in ,

Ribuan Santri Lombok Tengah Terima KIP Program Jokowi-JK

Foto bersama saat penyerahan KIP secara simbolis kepada santri se-Lombok Tengah

kicknews.today – Sekitar 13 ribu santri (siswa) dari berbagai lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama (Kemenag), Senin (11/3), menerima Kartu Indonesia Pinter (KIP). Kegiatan penyerahan itu dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Inspektorat Jenderal (Irjen) Kemenag RI, M. Tamrim, di Auditorium Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) NTB, Praya Lombok Tengah.

Sekretaris Irjen Kemenag RI, M. Tamrin mengungkapkan bahwa Program Indonesia Pintar (PIP) melalui KIP tersebut, merupakan salah satu program Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (Jokowi)-HM. Jusuf Kalla. Dimana bertujuan agar dapat dimanfaatkan oleh santri dan pondok pesantren (ponpes), guna peningkatan mutu pendidikan.

“Kartu Program Indonesia Pintar ini merupakan salah satu perhatian besar pemerintah, kepada para santri maupun pondok pesantren,” ungkapnya.

Dikatakan, Kartu KIP ini dapat digunakan oleh santri dari usia 6 sampai 21 tahun. Dimana untuk Lombok Tengah jumlah penerima program pada tahun 2017, sebanyak 13 ribu lebih dengan anggaran dana lebih dari Rp 11 Miliar. Pada tahun 2018 lalu jumlah penerima mencapai 22 ribu lebih dengan jumlah dana Rp 15 Miliar.

“Sedangkan untuk Provinsi NTB, Kartu PIP terdampak gempa juga diberikan bantuan kepada 2779 siswa madrasah, dengan lokasi 45 madrasah dengan dana Rp 2,79 Miliar,” jelasnya.

Hadir mendampingi Sekretaris Irjen Kemenag RI, Anggota Komisi VIII DPR RI Rahmat Hidayat, Anggota BPK RI Ismayatun, Bupati Lombok Tengah H. Moh. Suhaili FT., dan Kepala Wilayah Kemenag NTB H. Nasruddin.

Bupati Lombok Tengah H. Moh. Suhaili FT dalam sambutannya memberi apresiasi kepada Pemerintah Pusat, dengan pemberian Kartu PIP tersebut.

Alhamdulillah, kita dibantu untuk biaya pendidikan anak kita. Semoga apa yang diikhtiarkan dengan adanya Kartu PIP ini, bisa terwujud sesuai dengan yang diharapkan kita semua,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa bantuan yang diberikan oleh Bapak Jokowi-JK ini, harus digunakan dengan baik dan dimanfaatkan untuk kepentingan anak-anak didik.

“Bantuan ini adalah hak putra-putri kita, jangan digunakan untuk biaya menikah,” seloroh Suhaili.

“Bapak Jokowi akan tersenyum, kalau program bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu, Suhaili juga mengungkapkan bahwa banyak kekurangan dan kelemahan dari Bapak Jokowi. Namun kita juga tidak bisa menutup mata dengan beberapa progam yang digelontorkan, termasuk di Lombok Tengah seperti pembangunan KEK Mandalika Resort.

Tidak itu saja, lanjut Suhaili, untuk menunjang keberadaan KEK Mandalika Resort, pemerintah juga melengkapinya dengan terbangunnya Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Negeri Lombok, sarana prasarana jalan. Bahkan di Lombok Tengah pun sedang dibangun arena Sirkuit MotoGP, dimana pada 2021 nanti Lombok Tengah akan menjadi tuan rumah even bergengsi MotoGP, dan masih banyak lagi program Jokowi-JK yang lainnya. Sehingga jangan sampai program yang telah diberikan di Lombok Tengah, kita menutup mata, tidak diakui dan disyukuri.

“Jangan kita pungkiri program Jokowi di Lombok Tengah ini, jangan sampai kita kufur nikmat,” tandasnya. (Ade)