in

Jadi Mualaf, Bule Italia Ini Dinikahi Pria Asal Lombok Utara

Proses nyongkolan Yarto dan Tanja belum lama ini (foto: situs desa sambik elen)

kicknews.today – Cinta memang tak mengenal asal usul apalagi agama. Ketika dua insan saling tertarik, halangan apapun yang ada di depan mereka seolah sirna. Begitulah kira-kira yang menggambarkan percintaan Robiyus Budiarto alias Yarto. Warga Dusun Sambik Elen Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan. Ia resmi menghalalkan kekasihnya berwarganegara Italia, Tanja Larosa belum lama ini.

Akad nikah dua sejoli itu dilangsungkan pada Hari Minggu, 24 Februari 2019 dirumah Pengantin Pria. Lalu selang seminggu kemudian tepatnya Hari Minggu, 03 Maret 2019 resepsi keduanya dihelat pun dirayakan secara adat nyongkolan. Menariknya, prosesi pernikahan mereka dilangsungkan secara islam.

Hal ini menyusul lantaran Tanja Larosa, wanita yang lahir pada 30 Mei 1992 di Sanremo Italia itu membacakan kalimat Syahadat dengan lantang dan yakin menganut Agama Islam mengikuti Calon Pria Idamannya. 18 Februari lalu bertempat di KUA Kecamatan Bayan.

“Akad nikah seperti biasa secara agama, sekitar seminggu sebelum resepsi diawali ia menjadi mualaf dulu di KUA Bayan,” ungkap staf Desa Sambik Elen Herman yang mengikuti prosesi pernikahan keduanya, Selasa (5/3).

Herman menceritakan, awal mula Yarto dan Tanja bertemu yakni di Gili Trawangan. Di mana Yarto merupakan seorang guide sekaligus penjaga homestay di sana. Mereka bertemu dan menjalin komunikasi secara intens sejak 2015 silam. Berpacaran selama kurang lebih 4 tahun, kini keduanya mantap mengikat janji suci sehidup semati di Bayan, Lombok Utara.

“Terus ketemua di sana lalu sekarang menikah. Yang cewek juga jadi mulaf,” jelas Herman.

Dalam proses nyongkolan sendiri, banyak teman dari kedua pasangan ini (mayoritas bule) ikut hadir. Dijelaskan jika mempelai wanita sangat menikmati prosesi adat budaya khas suku Sasak tersebut. Acara inipun menarik antusias Warga Desa Sambik Elen untuk disaksikan secara langsung.

“Dia Nampak menikmati prosesi budaya Lombok seperti nyongkolan tamunya juga banyak temannya yang bule datang,” tukasnya.(iko)