in

Ini Sosok Petarung Sejati di Mata Sekjen Partai Gerindra

Sekjen DPP Partai Gerindra saat berbicara di jamuan makan malam (Foto: Ist)

kicknews.today – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani menyebutkan, bahwa H. Bambang Kristiono adalah petarung sejati sekaligus pendiri partai berlambang kepala Garuda Emas. Hal ini diungkapkan, Minggu (3/3) malam, saat jamuan makan malam di kediaman Ketua Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat.

“HBK (H. Bambang Kristiono, red) itu seorang petarung sejati, yang loyalitas dan pengorbanannya untuk Partai Gerindra tidak perlu diragukan lagi,” ungkapnya di hadapan sejumlah pimpinan Gerindra se-Pulau Lombok yang hadir.

Dikatakan, agar pengurus dan kader partai besutan Prabowo Aubianto di Lombok tidak ‘a historis’ atau buta sejarah, bahwa HBK itu tetap terlihat dan selalu dilibatkan dalam setiap pertarungan politik partai, di manapun dan kapanpun.

“Jika ada masalah di internal Partai Gerindra, biasanya hanya ada dua pilihan yang selalu dilakukan HBK. Pertama, mengajak debat face to face, atau diajak penyelesaiannya secara kesatria,” tutur Wakil Ketua MPR RI itu.

“HBK selalu menyelesaikannya di depan, dan tidak pernah main belakang. Sangat sportif,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Muzani juga membahas bagaimana sepak terjang HBK, dalam membangun dan membesarkan partai. Termasuk mengapa sampai Prabowo Subianto mengutusnya sebagai Caleg DPR-RI dari Dapil NTB-2/P. Lombok.

Ia mengungkapkan bahwa di awal-awal terbentuknya, Partai Gerindra telah diwarnai sikap pro dan kontra di antara para pendiri-pendirinya, apakah Prabowo Subianto akan membentuk ormas atau partai.

“Pertimbangan saat itu mengapa harus ormas, karena sudah banyak partai yang berdiri dan mapan, seperti Partai Hanura yang saat itu sudah booming dan menampung banyak Jenderal Purnawirawan,” ujarnya.

“Kalkulasi politiknya, sudah tidak ada lagi celah untuk mendirikan sebuah partai karena waktunya sudah sangat mepet, para politisi sudah terserap masuk di partai-partai yang ada, kemudian partai-partai yang berdiri pun sudah penuh,” tambahnya.

Namun demikian, lanjut Muzani, justru HBK yang paling lantang dan paling teguh menginginkan supaya dibentuk partai, agar perjuangan Prabowo Subianto total dan tidak setengah-setengah.

“Akhirnya perjuangan HBK yang ingin membentuk parpol tidak sia-sia. Tanggal 6 Februari 2008 Gerindra resmi mendeklarasikan diri sebagai partai politik,” jelasnya.

Selanjutnya, di tengah-tengah persiapan mengikuti kontestasi Pileg dan Pilpres 2009, HBK ditugaskan khusus melakukan penggalangan di luar struktur, untuk memperkuat dan meluaskan jaringan.

“HBK sebagai orang Sandi Yudha (perang clandestein) tentu mampu melakukan tugas-tugas khusus tersebut, karena memang di situ HBK punya ilmu dan keahliannya,” ucapnya.

Sementara terkait posisi pencalegannya, Muzani menyebutkan bahwa sebenarnya HBK dapat melakukannya pada Pemilu 2009 ataupun 2014, dimana suara Gerindra memperoleh lompatan hingga 270 persen.

“Hasilnya pada Pemilu 2014 perolehan suara Partai Gerindra untuk DPR-RI bertambah menjadi 73 kursi, equivalen dengan kenaikan 270 persen. Itu tentu ada sumbangsih dari kerja politik undercover-nya HBK, khususnya dalam menggarap potensi-potensi yang non-struktur,” tandasnya.

Karena itu maka tak heran jika HBK dianggapnya sebagai salah satu senior, yang memiliki andil dan peran sentral dalam membesarkan partai.

“Kami semua di DPP Partai Gerindra memiliki respect dan penghormatan yang sangat luar biasa, terhadap konsistensi dan kesetiaan HBK dalam perjuangan politik Partai Gerindra. NTB semestinya merasa bangga dan bersyukur, memiliki calon anggota DPR-RI dengan kapasitas dan kapabilitas seperti HBK. HBK adalah salah satu kader terbaik Partai Gerindra,” tutupnya. (red)