in ,

TGB Akhirnya Urai Makna Kafir Menurut Kesepakatan Ulama

TGB saat bersama Tuan Guru Bagu

kicknews.today – Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) yang juga merupakan ulama tafsir dan kini menjadi ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar untuk Indonesia, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) akhirnya angkat bicara mengenai polemik penyebutan kata kafir untuk non muslim dalam konteks bernegara.

TGB menjelaskan, menurut kesepakatan ulama, istilah kafir diakuinya berlaku untuk siapapun yang tidak percaya dan ingkar pada Allah dan RasulNya serta pokok-pokok syariat. Hal ini dikatakan dia dari dari sisi akidah.

Namun dalam muamalah, dijelaskan TGB, Rasul yang mulia mengajarkan umatnya untuk membangun hubungan saling menghormati dengan siapapun. Maka, saat hijrah, Rasul shallallahu alayhi wasallam menyepakati piagam bernegara bersama seluruh komponen di Madinah. Dalam piagam itu ada hak dan kewajiban yang sama.

“Kata kafir tidak digunakan dalam piagam itu untuk menyebut kelompok-kelompok Yahudi yang ikut dalam kesepakatan itu. Karena piagam Madinah bukan tentang prinsip akidah tapi tentang membangun ruang bersama untuk semua,” jelas TGB dalam akun laman media sosialnya, Minggu (3/3).

“Sekarang kita hidup di negara-bangsa, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan salah satu bentuk persaudaraan yang wajib dijaga dengan sesungguh hati dan sekuat-kuatnya adalah persaudaraan sebangsa, ukhuwah wathaniyah,” lanjutnya.

Menurutnya, penyebutan kepada saudara sebangsa harus berpijak pada semangat persatuan dan persaudaraan. Maka menyebut orang yang beragama lain dengan sebutan non muslim tidak keliru dan bahkan lebih sesuai dengan semangat kita berbangsa.

Itu sebabnya, dalam beragam acara publik, saat seorang muslim memimpin doa dia mengawali dengan ucapan, “ijinkan saya membaca doa secara Islam dan bagi saudara yang non muslim agar menyesuaikan”.

Disambung TGB, kalau kata non muslim diganti kafir tentu sangat tidak nyaman untuk saudara-saudara yang beragama selain Islam.

TGB juga mencontohkan sebuah foto penanda saat akan memasuki Tanah Suci Kota Mekkah. Disitu tertulis : ‎لغير المسلمين bukan للكافرين dan tertulis pula : ” for non muslims ” bukan ” for disbelievers ” atau ” for kafir “.

“Bahkan di Arab Saudi pun, sebutan non muslim dipakai,” tegasnya. (red.)