in

Bacaan Hizib Getarkan Bumi Nusantara di HADI NW ke-66

Gubernur NTB dan Wakapolda NTB serta PBNW dalam acara HADI NW ke-66

kicknews.today – Lantunan puji dan doa-doa karya pendiri Nahdlatul Wathan (NW) Almaghfurullah Maulana Syeikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid, Sabtu (2/3), menggema dan bergemuruh hampir di segenap penjuru Nusantara. Acara dalam rangka Hari Jadi (HADI) NW ke-66 dengan tema “Nusantara Berhizib” itu, dipusatkan di Lapangan Taman Sangkareang, Kota Mataram, diikuti nahdliyin dan nahdliyat di 24 provinsi se-Indonesia melalui live streaming.

Hadir dalam acara tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Zulkieflimansyah dalam sambutannya menyampaikan, semangat NW menggetarkan dunia sejalan dengan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB.

“Menggetarkan dunia rasanya sejalan dengan visi baru Pemerintah Provinsi NTB. Saya ingin menghidangkan jiwa-jiwa muda Nusa Tenggara Barat, kepada signal-signal perubahan di luar negeri,” ungkap Gubernur yang akrab disapa Dr. Zul itu.

Gubernur mengatakan, ketika anak-anak muda NTB berada di luar negeri, dalam kesendirian, dan kesusahan maka rasa persatuannya sangat tinggi. Ketika mereka kembali ke Indonesia, mereka akan membangun negeri ini khususnya NTB.

Selain itu, Gubernur juga meminta kepada segenap jamaah NW dan warga NTB pada umumnya, untuk melihat dan memaknai pesta demokrasi sebagai hal yang biasa-biasa saja. Jangan sampai karena berbeda pilihan, senyuman indah kita hilang di antara teman dan tetangga.

“Siapapun pemimpin kita ke depan, tidak mungkin NTB dilupakan. Untuk itu mari kita perkuat persatuan berbangsa kita,”pintanya.

Sementara Wakapolda NTB Brigjen Pol. Drs. Tajudin, MH. dalam kesempatannya mengungkapkan, wilayah NTB untuk sekarang ini sangat kondusif.

“Tidak mungkin kita bisa melaksanakan berkumpul seperti ini, kalau kamtibmas  yang tidak mendukung. Ini berkat kerjasama Bapak/Ibu sekalian, sehingga kamtibmas kita yang kita harapkan selama ini sudah terwujud sampai sekarang ini,” ungkapnya.

Ke depan, lanjut Wakapolda, kondisi ini harus terus kita pertahankan, karena keamanan masyarakat bukan hanya tanggungjawab Polri dan TNI, tapi seluruh lapisan masyarakat.

“Aparat kita sangat terbatas. Keamanan menjadi tanggung jawab bersama, sehingga pembangunan di NTB ini terus bisa berjalan dengan baik. Sebentar lagi ada Pemilu, kondisi kondusif ini harus terus kita pertahankan hingga pemilu berlangsung,”tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahldatul Wathan (PBNW) Dr. TGH. Abdul Muhyi Abidin, MA. Mengatakan, HADI NW ini digagas pertama kali oleh Ketua PWNW NTB TGKH. M. Zainuddin Atsani pada 2017 lalu. Dimana menurutnya NW secara khusus merupakan milik warga NTB, dan Indonesia pada umumnya serta ummat Islam sedunia.

“Untuk itulah, mari kita jaga NW ini agar tetap jaya untuk menegakan Islam Ahlussunah waljamaah, demi kejayaan Islam dan keutuhan bangsa dan negara kita tercinta,” ujarnya.

Kepada warga NW Abdul Muhyi berpesan, untuk mengamalkan ajaran-ajaran pendiri NW dan melaksanakan prinsip-prinsip perjungan NW, yakni ‘Yaqin, Ikhlas, Istiqomah, dan Taat kepada pemimpin’.

“Konsep ajaran sami’na wa ata’na yang dicetuskan pendiri NW kepada warga NW, adalah untuk menjaga ukhuwah dalam berorganisasi, sehingga mencapai tujuan bersama menegak panji-panji Islam melalui organisasi Nahdlatul Wathan,” tandasnya.

Sedangkan TGKH. Lalu Gede M. Zainuddin Atsani dalam irsyadat-nya mengingatkan kepada warga NW, bahwa pendiri NW Maulana Syeikh adalah seorang pemimpin dan guru besar NWDI serta ulama yang mendunia. Bahkan negara telah mengakui bagaimana perjuangannya, sehingga Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada 2017 lalu memberikan gelar Pahlwan Nasional. Ini merupakan satu-satunya Pahlawan Nasional di NTB.

“Maka saya selaku cucu beliau berkewajiban untuk menjaga keutuhan NW ini, karena sangat mulia tujuannya, apapun taruhannya. Saya adalah marbot NW, yang punya NW adalah Maulana Syeikh dan Ummuna (Ketua Umum PBNW Hj. Sitti Raihanun ZAM, red),”ungkapnya.

“NW adalah warisan terbaik bagi masyarakat NTB dalam memajukan daerah tercinta kita. Oleh sebab itu tidak ada alasan kita, untuk tidak menjaga dan memelihara NW ini,” tutupnya.

Tampak hadir dalam acara HADI NW itu, Ketua Umum PBNW Hj. Sitti Raihanun ZAM., Dr. Fahrurrazi, MA., jajaran Pengurus NW dari tingkat pusat hingga ranting, dan ribuan santri serta jamaah NW. (red)