in

Waspada Gelombang Tinggi di Selat Lombok dan Alas Hingga Minggu

Ilustrasi Gelombang Tinggi

kicknews.today – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini gelombang tinggi di beberapa wilayah Indonesia untuk tiga hari mendatang, hingga Minggu (3/3) nanti.

Selat Bali-Selat Lombok-Selat Alas bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Sumba diprediksi akan mengalami gelombang setinggi 1.25-2.5 m (sedang).

Gelombang tinggi ini terpantau disebabkan oleh Typhoon “WUTIP” 925 hPa di Samudra Pasifik timur Filipina. Pola angin di utara Indonesia umumnya dari arah Utara-Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar antara 4-20 knot, sedangkan di selatan wilayah Indonesia umumnya dari arah Timur Laut-Tenggara dengan kecepatan angin berkisar antara 4-20 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, Selat Makasar, Perairan utara Kep. Talaud dan Laut Maluku.

“Kondisi itu mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut,” ujar Kepala Sub Bagian Hubungan Pers dan Media BMKG Akhmad Taufan Maulana melalui siaran pers, Kamis (28/2).

Selain itu, Selat Malaka bagian Utara, Perairan Utara Sabang, Perairan Sabang-Banda Aceh, Perairan Barat Aceh hingga Kep.  Mentawai, Perairan Bengkulu hingga Barat Lampung, Samudra Hindia Barat Sumatra, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan P. Jawa hingga P. Sawu, Laut Sawu, Selat Sumba bagian Barat, Samudra Hindia Selatan Jawa hingga NTT, Perairan Kep. Anambas-Kep. Natuna, Laut Natuna, Perairan Timur Bintan-Lingga, Selat Makassar bagian Tengah dan Utara, Perairan Barat Sulawesi Barat, Perairan Kalimantan Utara, Laut Sulawesi, Perairan Utara Sulawesi, Perairan Bitung-Manado, Perairan Selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku, Perairan Utara Kep. Banggai-Kep. Sula, Peraairan Kep. Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Utara Papua Barat hingga Papua, dan Samudra Pasifik Utara Papua Barat hingga Papua.

Sedangkan untuk beberapa wilayah yang berpotensi terkena gelombang tinggi 2.5-4.0 m (tinggi), seperti Laut Natuna Utara dan Perairan Kep. Talaud juga diharapkan memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran seperti Perahu Nelayan dengan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m, kapal tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m, kapal ferry dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m, kapal ukuran besar seperti kapal kargo dengan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m.

“BMKG mengimbau kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” tukasnya. (red.)