in

Putra Asli Mataram Bertekad Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat

Budi Satriadi (kaos kuning) putra asli Dasan Agung Kota Mataram saat deklarasi dukungan (Foto: Ist)

kicknews.today – Slogan Trias Politika ‘dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat’ menjadi motivasi tersendiri bagi Budi Satriyadi, dalam berkompetisi pada Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019.

Harapan perbaikan ekonomi dan penghidupan yang lebih baik bagi warga, semakin memantik jiwa juangnya putra asli Kota Mataram ini, untuk dapat duduk jadi wakil rakyat di DPRD Kota Mataram.

Alhamdulillah, dukungan dari berbagai pihak menjadi kekuatan tersendiri bagi saya, karena dukungan itulah saya siap maju ikut berkompetisi dalam Pileg 2019 ini,” kata Budi, Rabu (27/2).

Terlahir dari keluarga sederhana yang akrab dengan berbagai kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggalnya, Budi melangkah sebagai putra daerah asli Lingkungan Dasan Agung, untuk menyuarakan aspirasi warga.

Sebagai sosok yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, dukungan demi dukungan terus mengalir dari berbagai elemen dan kalangan.

Bahkan tanpa diminta, alat peraga kampanye (APK) berupa spanduk dan baliho, seketika terpampang hampir di setiap sudut jalan sebagai bentuk dukungan, oleh yang sangat mengenal Budi sebagai sosok pejuang aspirasi.

Namun terlepas dari hal tersebut, ia mengaku intens bersosialisasi dan bersilaturahmi langsung, untuk menghimpun kekuatan menuju kemenangan pada pileg 17 April nanti.

”Sekarang yang saya lakukan lebih banyak silaturahmi langsung ke warga, door to door, menyentuh langsung masyarakat di dapil saya, dan sekali waktu saya adakan pertemuan di masing-masing kelurahan,” ungkap caleg dari Partai Berkarya dapil Selaparang ini.

Sikatakannya, meski tidak mutlak berambisi sebagai anggota legislatif, namun ia menyebut pencalonannya merupakan upaya memperjuangkan perbaikan ekonomi masyarakat.

”Saya ingin berbuat lebih melalui legislatif untuk kepentingan masyarakat Kota Mataram, karena selama ini peran legislatif saya rasa kurang maksimal menyentuh masyarakat kalangan menengah ke bawah,” ujarnya.

“Hal ini dibuktikan dengan makin banyaknya pemuda-pemuda yang nganggur, tanpa ada solusi nyata dari pemerintah terkait, baik ekskutif maupun legislatif. Hal ini harus dicarikan formulanya,” imbuh petarung nomor urut 6 itu.

Dirinya ingin mendorong program nyata membedah aturan, terkait peluang kerja di daerah. Meski saat ini belum cukup memberikan pengaruh besar, namun ke depan diharapkan Trias Politika itu dapat terwujud melalui peran dirinya sebagai legislatif.

“Beberapa program sudah saya coba terobos untuk pemuda, mencarikan peluang kerja baik di instansi pemerintah maupun swasta,” sebutnya.

Alhamdulillah, sudah banyak yang kita bantu serta membina mental dan karakter pemuda, untuk bisa menjadi pemuda aktif dan masyarakat yang aktif di dapil saya. Alhamdulillah, responnya bagus,” pungkasnya. (red)