in

Pemkab Lombok Utara Gelar Musrenbang Pertanian Pertama

Bupati Najmul memukul gong membuka acara musrenbang (foto: rico)

kicknews.today – Untuk mengakomodir seluruh keluh-kesah para petani, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggelar Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang). Acara itu digelar di Halaman Kantor DKPP, Rabu (27) dan dihadiri oleh Bupati KLU H. Najmul Akhyar, Wabup KLU Sarifudin, dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat.

Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar yang ditemui usai membuka musrenbang tersebut mengungkapkan, digelarnya musrenbang khusus petani untuk pertama kali itu guna melihat berbagai persoalan yang tengah hadapi. Pasalnya sebanyak 80 persen masyarakat mayoritas berprofesi sebagai petani.

“Pembangunan di Lombok Utara inikan dia berakses langsung ke seluruh masyarakat. 80 persen masyarakat kita  adalah petani sehingga pertanian ini adalah daya ungkit untuk bisa mengatasi persoalan kemiskinan,” ungkapnya.

Dijelaskan, sektor pertanian sangat potensial untuk menunjang pengentasan kemiskinan. Najmul menilai mata rantai semua sektor mesti di kolaborasikan. Misalnya dari sektor pertanian ke pariwisata, pun demikian dengan perikanan dan lain hal sebagainya. Menyangkut soal pupuk yang kerap dikeluhkan para petani, pemda sudah bertindak dengan menyediakan dana talangan.

“Kemarin kita sudah sediakan dana talangan jika pupuk itu terbatas, karena subsidi pupuk sedikit maka kita bisa gunakan dana itu untuk mengatasi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala DKPP Lombok Utara Ir. Nanang Matalata menjelaskan bahwa lahan pertanian di Lombok Utara tercatat kurang lebih 80 ribu hektare. Dari jumlah tersebut terdapat lahan sawah teknis, non teknis, hingga tadah hujan. Pun demikian dengan potensi perkebunan yang sangat melimpah. Tapi dari itu ia melihat masih ada mata rantai yang seolah terputus.

“Selama ini belum ada pasarnya, kita ingin supaya semua bisa terintegrasi jadi satu. Misalnya dari dukungan kita (DKPP) lalu Disbudpar, PU untuk aksesnya kita design seperti apa,” jelasnya.

Terlebih berbicara pasca gempa, pihaknya mengatakan masyarakat khususnya petani banyak terdampak. Mulai dari lahan hingga alat tani mereka. Dengan begitu, dari sini pihaknya ingin menampung aspirasi kesulitan untuk dicarikan solusinya.

“Hal lain mengenai air inikan krusial. Kita di sini tidak kekurangan, tapi masalahnya topografi lahan pertanian yang berada di atas ini kadang susah mendapat akses. Dari musrenbang ini diharapkan ada solusi,” ucapnya.

Adapun hasil daripada musrenbang tersebut nantinya akan diteruskan pada musrenbang tingkat kabupaten sebelum dituangkan dalam rancangan awal RKPD Lombok Utara. Tidak hanya itu, pemkab akan menggelar musrenbang serupa kaitan dengan berbagai aspek mulai dari anak, mahasiswa, perempuan, dan banyak komunitas lain sebagaimana dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Nanti inilah yang kita usulkan di musrenbang kabupaten supaya terakomodir,” pungkasnya.(iko)