in

Irzani Sebut Revitalisasi BUMDes jadi Inovasi Kekuatan Ekonomi Daerah

H. Irzani

kicknews.today – Salah satu cara menangkap peluang ekonomi, sebagai imbas perkembangan kemajuan pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB), adalah dengan melakukan revitalisasi dan optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hal ini dingkapkan calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dapil NTB H. Irzani, Senin (25/2)

“BUMDes yang baik nantinya diharapkan dapat menjadi lembaga ekonomi yang menjadi kunci untuk memicu pergerakan ekonomi desa ke depan. Di dalamnya terdapat aspek pemberdayaan secara utuh, tidak hanya pemberdayaan ekonomi, melainkan juga pembangunan kelembagaan, penguatan kapasitas SDM dan manajerial, pengembangan jejaring ekonomi dan hilirisasi ekonomi,” ungkapnya.

Dikatakan, pariwisata dan pertanian merupakan dua sektor unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov), yang dikembangkan sebagai prioritas dalam strategi pembangunan daerah. Dimana memiliki banyak aspek yang harus dapat diakses masyarakat pedesaan, seperti manfaat ekonomi dan juga lapangan pekerjaan.

Calon anggota DPD RI nomor urut 30 ini menegaskan, dengan peran BUMDes yang kuat maka bukan tidak mungkin desa menjadi kekuatan ekonomi daerah. Hal ini sejalan dengan program Pemerintah Jokowi-JK, melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), yang terus berupaya menginisiasi pembentukan BUMDes.

Lebih jauh dikatakan, untuk NTB sendiri untuk sementara ini BUMDes yang ada belum berjalan maksimal, dan ke depan harus direvitalisasi dan dioptimalisasi. Pasalnya, hampir di semua desa memiliki potensi ekonomi dengan sumber daya alam yang beragam.

“Tinggal bagaimana BUMDes ini benar-benar memiliki SDM yang handal dan mumpuni. Nah, di sinilah perlu peran supervisi dan pendampingan dari pemprov maupun pemda (kabupaten, red) di mana desa itu berada,” ujarnya.

Menurutnya, ada banyak potensi desa yang bisa digali oleh BUMDes, dimana semua pasti berhubungan pula dengan sektor pertanian dan pariwisata.

Desa-desa yang memiliki sumber mata air bagus seperti desa-desa di lingkar Gunung Rinjani, dapat membuka unit usaha air mineral dalam kemasan. Dimana hasil produksinya dapat diserap oleh industri pariwisata seperti perhotelan, restauran, dan rumah makan sekitar. Termasuk pemda juga dapat menyerap hasil produk BUMDes itu, untuk keperluan konsumsi perkantoran.

“Produk air mineral dalam kemasan ini juga akan memenuhi kebutuhan masyarakat, yang misalnya sedang ada hajatan atau ada acara besar. Dan sisi lainnya harga juga akan lebih bersaing dengan air mineral dari luar,” sebutnya.

“Desa di pesisir yang potensi garam misalnya, ini juga bisa BUMDes memfokuskan mengelola potensi industri garam, seperti di Bima,” imbuhnya.

Namun demikian, lanjutnya, revitalisasi dan optimalisasi BUMDes tentunya juga membutuhkan effort atau upaya yang kuat dari masyarakat, didukung dorongan dan perhatian dari pemda.

“Bagi saya, bagaimana membangun ekonomi dari desa itu yang terpenting. Sebab, sejatinya keberhasilan pertumbuhan ekonomi suatu daerah itu, adalah akumulasi keberhasilan pertumbuhan ekonomi di pedesaannya,” jelasnya. (red)