in

Pelaku Pembunuh Mahasiswi Poltekes Mataram Dibekuk

Kapolres Lombok Barat AKBP Heri Wahyudi, SIK. didampingi Kasat Reskrim AKP Priyo Suhartono, SIK.

kicknews.today – Tim Opsnal Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat, Senin (18/2), berhasil membekuk inisial IB alias RA, terduga pelaku kasus pembunuhan mahasiswi Politeknik Kesehatan (Poltekes) Mataram bernama Putu Winda Dewi Kartika, dengan bantuan teknologi IT Tracking.

Kapolres Lombok Barat AKBP Heri Wahyudi, SIK. didampingi Kasat Reskrim AKP Priyo Suhartono, SIK. mengungkapkan, sesaat setelah tertangkap di pinggir jalan raya Dusun Puyahan Desa Lembar Selatan Kecamatan Lembar, pelaku yang dibawa menggunakan mobil polisi berusaha melarikan diri, dengan memecahkan kaca belakang mobil menggunakan kepala dan berusaha merampas senjata petugas.

“Saat di perjalanan, di dalam mobil pelaku berontak melawan petugas dan berusaha melarikan diri. Tim dengan sigap mengejar kemudian memberikan tembakan peringatan, namun tidak diindahkan pelaku, sehingga diambil tindakan tegas terukur dengan cara melumpuhkan pelaku,” kata Kapolres saat konferensi pers, Selasa (19/2).

Dikatakan, penangkapan terhadap pelaku berawal dari terdeteksinya signal hp milik korban menggunakan IT Tracking, yang diambil pelaku.

“Terdeteksi berada tengah laut menuju ke Pelabuhan Lembar. Selanjutnya Tim Opsnal berkoordinasi dengan KP3 Lembar, untuk melaksanakan pemeriksaan di pintu keluar-masuk Pelabuhan Penyebrangan Lembar,” ujarnya.

Tim kemudian berhasil mengamankan seorang perempuan inisial RA, saat digeledah petugas ditemukan membawa hp yang setelah dicocokan, sama dengan hp milik korban. Dari keterangan RA, dia mengaku membeli hp tersebut dari pamannya inisial HG.

Dari keterangan HG yang diamankan di Dusun Perine Daye Desa Perine Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah, dia mengaku membeli hp itu melalui media jual beli online.

“HG mengaku mendapatkan hp korban dengan cara membeli seharga Rp 900 ribu di Jual Beli Online Lombok Mataram, yang saat itu bertransaksi di depan SMK 2 Kuripan Lobar,” terang Kapolres.

Setelah mengetahui ciri-ciri penjual beserta sepeda motor yang digunakan saat transaksi sesuai keterangan HG, Tim Opsnal selanjutnya melakukan pencarian keberadaan diduga pelaku.

“Pelaku mengakui telah melakukan pembunuhan di kos korban, dengan cara mencekik leher korban menggunakan kedua tangannya, dan menduduki perut korban sehingga korban tidak berdaya dan lemas,” bebernya.

Menurut keterangan pelaku, kata Kapolres, dia menghabisi nyawa korban karena dipicu dendam.

“Motifnya pelaku dendam dan sakit hati terhadap korban, karena kecipratan air pada saat mancing belut, serta ingin menguasai harta berharga milik korban,” ucapnya.

Dari tangan pelaku polisi berhasil mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor dan sebilah belati. Sedangkan barang bukti laptop milik korban sampai saat ini belum ditemukan. Dari pengakuan pelaku, laptop tersebut telah dibuang di sungai.

Untuk diketahui, kasus pembunuhan itu terjadi pada Kamis (24/1) lalu, berawal dari penemuan mayat wanita tanpa identitas (Mrs. X), di Pantai Induk Desa Taman Ayu Kecamatan Gerung. Dimana saat ditemukan korban dalam keadaan terbungkus plastik dan kain, leher terikat, tangan dan kaki terikat selendang kuning dan tali sepatu hitam.

Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), kemudian pihak kepolisian berhasil mengungkap identitas korban, yang merupakan salah seorang mahasiswi Poltekes Mataram.

Menurut keterangan pelaku, korban yang telah terikat kemudian dimasukkan ke dalam ember ditutup menggunakan jas hujan milik korban.

Dengan mengunakan sepeda motor milik korban, pelaku membawa mayat korban menuju arah Lembar dan membuangnya di jembatan Sungai Bakong.

Pelaku yang merasa perbuatannya tidak akan diketahui, selanjutnya pulang ke rumahnya di Dusun Puyahan dengan membawa barang berharga milik korban berupa satu unit sepeda motor, satu buah handphone, satu buah laptop, dan uang tunai Rp. 200 ribu. (red)