in

Cara Pemkab Lombok Utara Edukasi Masyarakat Soal Sampah

Kapal yang sehari-hari digunakan untuk angkut sampah dari Gili Air (foto: Riko)

kicknews.today – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara terus mengencarkan berbagai cara dalam mengatasi masalah sampah. Kali ini, pola edukasi masyarakat menjadi pilihan utama. Konsep Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarkat (PSBM) yang merepresentasi pemerintah Bogor, diperkenalkan pada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), Kamis (14/2).

Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar, mengungkapkan untuk mengatasi sampah pemerintah tidak bisa sendiri. Beberapa pihak digandeng mulai masyarakat, lembang atau NGO, sampai dengan kedutaan besar Denmark untuk penanganan sampah plastik di tiga gili. Yang terpenting.

“Makanya saya pesankan tadi ke Kepala Dinas, tidak cukup hanya dengan bagaimana membuang sampah saja, tapi harus ada edukasinya juga,” ungkap Najmul.

Menurutnya, masyarakat harus sadar untuk mengurangi sampahnya sendiri. Pemda KLU akan berupaya merubah mindset masyarakat terkait sampah. Keterampilan untuk memilah sampah, dan memanfaatkan sampah tersebut untuk hal lain yang bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Jika hal ini bisa diterapkan di daerah yang ia pimpin, maka akan sangat bagus dampaknya.

“Sedangkan untuk regulasi pemungutan retribusi nya kita akan adakan pertemuan lagi. Supaya tidak ada pungli. Namun yang terpenting masyarakat sadar dulu,” katanya.

Menangani permasalahan sampah bukan hanya berpikir soal benefit yang diperoleh. Maka itu, penarikan retribusi perlu dipelajari terlebih dahulu dasar-dasar hukumnya. Najmul mengaku ia melihat hal tersebut belum efektif selama ini.

“Misalnya seperti berapa yang akan masuk ke LH dan masyarakat harus jelas,” akuhnya.

Tidak hanya itu, pemerintah juga akan mengintervensi hotel, sekolah, dan pasar yang ada agar menggunakan produk ramah lingkungan. Pihaknya menyakini edukasi yang baik akan membuat masyarkat tidak merasa berat dalam menangani persampahannya sendiri.

“Kita juga akan imbau kepada masyarakat, plastik seperti apa yang akan kita pakai. Dan saya akan tanyakan kepada bagian hukum nanti nanti bagaimana untuk Perbup dan Perdanya supaya bisa dimanfaatkan secara maksimal,” jelasnya.(iko)