in

Sekolah Nusa Alam Lombok Sajikan Kualitas Pendidikan Standar Internasional

Murid-murid Sekolah Nusa Alam saat diskusi di luar ruangan (Foto: Ist)

kicknews.today – Sekolah Nusa Alam (SNA) yang berlokasi di Komplek Grand Natura, Jalan Terusan Bung Hatta, Karang Baru, Kecamatan Selaparang berusaha menjadi sekolah ‘mercusuar’, yang memberikan standar pendidikan internasional berkualitas tinggi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Hal ini diungkapkan Kepala Sekolah Nusa Alam Dra. Enny Asmororini, MPd., Selasa (21/2), di Mataram.

“Kami berusaha untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak Indonesia dan keluarga ekspatriat di Lombok,” ujarnya didampingi Pricipal International School, Katherine Krom.

Dikatakan, SNA berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas tinggi dengan standar internasional, kepada anak-anak Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA), mulai dari umur 3 hingga 18 tahun dalam lingkungan yang aman, mendukung, dan menantang.

“Guru kami menantang setiap siswa untuk pencapaian dan perkembangan secara akademis, baik sebagai pribadi maupun sebagai bagian dari masyarakat,” jelasnya.

Enny menjelaskan, Sekolah Nusa Alam saat ini merupakan satu-satunya sekolah berstandar internasional di Pulau Lombok, dan merupakan satu-satunya sekolah yang memiliki izin Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK).

Selain itu, lanjutnya, Nusa Alam menawarkan Kurikulum Cambridge Internasional, yang merangsang secara akademis dan disampaikan dalam Bahasa Inggris. Program ini diakui dan diterima secara luas di universitas-universitas di seluruh dunia.

“Sekolah kami menjadi satu-satunya sekolah yang memiliki izin, untuk mengajarkan Kurikulum Internasional Cambridge di Lombok dan menaungi ujian Cambridge,” tandasnya.

Lebih jauh diungkapkan bahwa di SNA melayani berbagai kemampuan dan kebutuhan, melalui program individual dan metodologi pengajaran yang inovatif.

“Namun, SNA lebih dari sekadar lembaga akademis karena kami sangat peduli dengan perkembangan sosial, emosional, dan fisik setiap siswa. Guru kami menantang setiap siswa untuk mencapai dan tumbuh secara akademis, pribadi, dan sebagai anggota komunitas,” bebernya.

Untuk diketahui, pondasi sekolah diletakkan pertama kali pada tahun 1999, dengan pembentukan yayasan oleh Ibu Ace Robin dan Ibu Sopantini. Dimana akuisisi bangunan depan dibidani Mr. Keith dan Asri Mitchell atas nama Ibu Ace Robin dan Peter Cranfield.

“Sekolah dibuka pada 17 Januari 2000 dengan enam siswa dan lima staf pengajar, tiga guru bahasa Indonesia purnawaktu dan dua guru internasional paruh waktu,” tuturnya.

“Saat ini lembaga kami telah Terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN), dan juga secara internasional baik oleh IGCSE Cambridge (Pusat Ujian Terakreditasi), maupun ANPS (Founding Member of Association of National Plus School) dengan kategori akreditasi A,” terangnya sembari mengatakan bahwa pada Kamis (14/2) mendatang akan dilakukan peresmian gedung baru. (red)