in

Presiden Jokowi Yakin Pariwisata Berpeluang Sumbang Devisa Terbesar

Presiden Jokowi saat menghadiri Peringatan 50 Tahun Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI)

kicknews.today – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memuji perkembangan pariwisata Indonesia dan menilai industri pariwisata, memiliki potensi menjadi penyumbang devisa terbesar untuk negara. Hal itu dingkapkan Kepala Negara, Senin (11/2), saat menghadiri acara Gala Dinner, Peringatan 50 Tahun Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

“Kita ini masuk enam besar negara terindah di dunia. Kita juga masuk sepuluh besar negara yang wajib dikunjungi. Ini juga sebuah brand yang kita punyai. Brand yang ini tinggal kita garap agar pariwisata ini betul-betul bisa memberikan devisa yang paling banyak,” kata Presiden Jokowi sesuai rilis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden yang diterima kicknews.today.

Walaupun selama ini pemerintah mengedepankan pembangunan infrastruktur secara merata di seluruh Tanah Air. Namun peluang industri pariwisata nasional yang bertumbuh tinggi, merupakan momentum yang harus dimanfaatkan dengan baik.

Kepala Negara mengakui bahwa manfaat dari pembangunan tersebut, salah satunya dapat dirasakan sektor pariwisata. Pembangunan diarahkan agar suatu daerah memiliki kesiapan, untuk mengembangkan pariwisatanya sendiri.

“Saya setiap menginap di hotel-hotel di daerah-daerah pada 2014-2015, yang masuk ke kuping saya paling banyak adalah listrik yang byarpet. Bahkan ada hotel di Sumatera setengah hari hidup setengah hari mati. Bagaimana bisa berkembang hotel itu?” ucap Presiden Jokowi.

Infrastruktur berupa pembangkit listrik, jalan tol, bandara, pelabuhan, dan fasilitas lainnya terus dibangun untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di mata dunia.

“Ini perlu terus ditindaklanjuti secara paralel dengan menyiapkan infrastruktur, dan memperbaiki kawasan wisata sehingga kami ingin mendapatkan masukan sebanyak-banyaknya,” jelasnya.

Meski demikian, Kepala Negara menegaskan bahwa di dalam pembangunan yang merata di seluruh pelosok Nusantara, terdapat tujuan lain yang lebih besar bagi kepentingan negara dan rakyatnya.

“Bagaimana kita yang di sini bisa menikmati jalan yang bagus, entah di Sumatera, Jawa, atau pulau besar lain, tapi saudara kita di Papua jalannya seperti ini (rusak)?” tanya Presiden.

“Inilah yang sering saya sampaikan di mana-mana, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” imbuhnya.

Pada kesempatan ini, Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani memberikan penghargaan, berupa gelar Bapak Pariwisata Nasional kepada Presiden Jokowi.

“Bapak Pariwisata Nasional diberikan karena inisiatif Bapak Presiden, dalam mengembangkan pariwisata sejak jadi Walikota di Solo, menyejahterakan secara langsung masyarakat yang terlibat di pariwisata,” tutur Hariyadi Sukamdani.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (red)