in

Aset Wisma Mahasiswa di Malang Dijual, DPRD Lombok Tengah Bentuk Pansus

Sidang Paripurna Anggota DPRD Lombok Tengah

kicknews.today – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Selasa (12/2) membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk membahas usulan Pemerintah Daerah tentang penjualan aset tanah dan bangunan wisma di Malang. Sidang Paripurna pembentukan Pansus itu dipimpin langsung oleh DPRD Lombok Tengah, H Ahmad Puaddi, dan dihadiri Sekda Lombok Tengah, H M Nursiah di ruang rapat utama kantor DPRD Lombok Tengah.

“Badan Musyawarah DPRD Lombok Tengah sudah sepakat membentuk Pansus untuk membahas usulan Pemerintah Daerah tentang penjualan aset tanah dan bangunan Wisma di Malang tersebut,” ujar Ketua DPRD Lombok Tengah, H Ahmad Puaddi.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Lombok Tengah, R Mulyatno Junaidi yang membacakan surat usulan Pemerintah Daerah Lombok Tengah tersebut menyampaikan, bahwa berdasarkan surat usulan penjualan aset berupa tanah dan bangunan itu akan dijual dan dicarikan tempat yang lebih strategis serta lebih dekat dengan kawasan pendidikan.

“Kami mohon persetujuan terhadap penjualan tanah dan bangunan wisma Malang sebagai dasar proses penjualan secara lelang melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Malang,” ujarnya.

Dalam sidang paripurna tersebut disepakati, Pansus penjualan aset berupa tanah dan bangunan milik pemerintah Kabupaten Lombok Tengah di Malang itu, Ketua M. Syamsul Qomar dari Fraksi Demokrat dan M. Tauhid, SIP sebagai Wakil Ketua.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah HM Nursiah menambahkan, pemanfaatan aset berupa tanah dan bangunan milik Pemerintah Daerah di Malang itu tidak optimal dan saat ini tidak ada yang menempatinya. Karena para mahasiswa dan pelajar enggan menempati karena letaknya jauh dari kampus.

“Wisma Mahasiswa itu sempat disewakan namun tidak optimal. Dari pada mubazir kita akan dijual dan menunggu persetujuan dari Dewan bagaimana mekanisme penjualan aset tersebut,” jelasnya.

Nursiah juga menjelaskan, pihaknya belum memastikan hasil penjualan aset senilai Rp 5 Miliar itu pemanfaatan kedepan untuk membeli tanah atau aset lainnya.

“Yang peting kita minta persetujuan dewan dulu,” pungkasnya. (Ade)