in

TGB Ingatkan Masyarakat Waspada “Hoax” Bersentimen Agama Jelang Pemilu 2019

kicknews.today – Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, Lc., MA., yang lazim disapa Tuan Guru Bajang  (TGB), Kamis (7/2), mengingatkan bahwa hoax (informasi/berita bohong, red) bersentimen agama yang muncul dalam pekan ini bertujuan menghasut umat. Hal ini diungkapkan TGB saat menghadiri konferensi pers, yang diselenggarakan tim Gerakan Tangkal Fitnah (GTF) Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin di Jakarta.

“Awas, hoax agama yang sedang dan akan dimainkan menjelang pilpres ini, akan memecah belah masyarakat,” ungkap cucu ulama kharismatik TGKH. Zainuddin Abdul Madjid (alm) itu.

“Sampaikan dan ingatkan ke sekeliling kita, keluarga, teman, saudara, dan tetangga kita, supaya hoax itu tidak efektif untuk mengadu domba. Supaya kita semakin kebal hoax,” imbaunya.

Didampingi Dr. Hendrasmo, MA. dan Gus Syihabuddin Asfa, mantan Gubernur NTB dua periode itu juga mengingatkan supaya masyarakat mewaspadai hoax.

“Jangan sampai pola ini membuat Indonesia seperti Syria. Di Syria, hoax awalnya diciptakan untuk membenci pemerintah, selanjutnya menyebabkan perang saudara,” ujarnya.

Dengan mengutip firman Allah SWT dalam al-Quran surat An-Nur ayat 11-20, Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Insonesia itu mengingatkan bahaya dan dampak kebohongan.

“Saya mengetuk pintu hati masyarakat Indonesia, sesama umat Islam, sesama anak bangsa, apapun latar belakang partai Anda, berhentilah memproduksi atau menyebarkan hoax. Dalam ajaran agama khususnya Islam, Allah SWT telah mengingatkan kita tentang betapa bahayanya kebohongan, dampak destruktifnya bagi masyarakat, sebagaimana diulas di Ayat An-Nur, ayat 11-20,” imbuhnya.

Dalam konferensi pers tersebut, Tim GTF TKN mengungkapkan hoax perihal agama kembali dimunculkan dalam pekan ini di sejumlah tempat. Dimana dalam sepekan terakhir telah diviralkan, seolah-olah telah terjadi pembobolan masjid dan perusakan Al-Quran di sebuah masjid di Surakarta untuk membakar emosi umat.

Padahal kejadian yang sebenarnya adalah anak-anak yang bermain-main di dalam masjid, yang menyebabkan Al-Quran jatuh dari lemari dan berserakan di lantai.

Hoax yang memainkan sentimen agama dengan tujuan mengadu domba masyarakat itu, teridentifikasi telah dan akan terjadi di sejumlah titik di Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Barat, DI Yogyakarta, Sumatera Utara, dan DKI Jakarta.

Selain itu, pekan lalu tim Gerakan Tangkal Fitnah (hoax) TKN juga mengungkapkan adanya pola-pola disinformasi, yang dilancarkan untuk melakukan pembunuhan kharakter terhadap pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Jokowi-Amin.

Disebutkan, disinformasi ternyata memiliki pola-pola khusus yakni sebagai semburan hoax alias kebohongan karena bersifat masif, dengan menggunakan berbagai kanal dan endorser, dilakukan secara berulang-ulang, dan tanpa malu meskipun tidak sesuai dengan kenyataan.

Hoax yang disampaikan ke publik secara berulang-ulang itu yakni hoax PKI/komunis, kriminalisasi ulama, TKA Asing-Aseng, utang luar negeri, perihal pengagguran, dan harga barang mahal serta tentang buruknya penyelenggaran pemilu. (red)