in , ,

PBNU Tanggapi Buku Ajar yang Sebut NU Organisasi Radikal

kicknews.today – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) angkat bicara terkait adanya penerbitan buku panduan belajar untuk kelas V sekolah dasar (SD), yang membuat sejarah kemerdekaan dan menyebut organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU) disebut sebagai salah satu organisasi radikal.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU H. A Helmy Faishal Zaini, Kamis (7/2), menegaskan, meskipun frasa ‘organisasi radikal’ yang dimaksud adalah organisasi radikal yang bersikap keras menentang penjajahan Belanda, dalam konteks ini, PBNU sangat menyayangkan diksi yang digunakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam buku tersebut.

“Istilah tersebut bisa menimbulkan kesalahpahaman oleh peserta didik di sekolah terhadap Nahdlatul Ulama,” kata Helmy, seperti keterangan tertulis yang diterima kicknews.today, Kamis (7/2).

Menurutnya, belakangan ini organisasi radikal identik dengan organisasi yang melawan dan merongrong pemerintah, melakukan tindakan-tindakan radikal, menyebarkan teror, dan lain sebagainya. Pemahaman tersebut dinilai akan berbahaya, terutama jika diajarkan kepada siswa-siswi.

Dalan buku tersebut, Helmy menilai Kemendikbud kurang jeli dan tidak pas, membuat fase Pergerakan Nasional dalam memperjuangkan kemerdekaan. Dimana penulis buku menyebut bahwa setelah mengalami fase pergerakan nasional pada tahun 1900-an, kemudian dilanjutkan dengan fase masa awal radikal yang terjadi pada tahun 1920-1926.

“Istilah masa awal radikal ini yang keliru dan tidak tepat. Jika ingin menggambarkan perjuangan kala itu, yang lebih tepat frasa yang digunakan adalah masa patriotisme, yakni masa-masa menetang dan melawan penjajah,” jelasnya.

Karena itu, PBNU meminta kepada Kemendikbud untuk bertanggungjawab atas persoalan tersebut. Pasalnya, potensi mudharat yang ditimbulkan sangat besar, sehingga harus diambil langkah cepat san tepat untuk menyikapinya. (red)