in

Operasi Jaran Gatarin 2019 Polres KLU Ungkap 6 Kasus Kriminal

Kapolres KLU (kanan) AKBP Herman Suriyono saat menjelaskan hasil operasi (foto: rico)

kicknews.today – Operasi Jaran Gatarin 2019 Polres Lombok Utara berhasil mengungkap sejumlah kasus. Dari mengamankan Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda NTB yang lari dari Rumah Tahanan (Rutan), hingga menindak oknum anggotanya lantaran diketahui mencuri sebuah berangkas. Hal ini terungkap saat konfrensi pers yang dihadiri langsung oleh Kapolres KLU AKBP Herman Suriyono, Senin (4/2).

“Ini dilaksanakan dengan target kejahatan jalanan curat, curas, dan curanmor. Minggu kemarin kita terakhir operasi dan dari kegiatan ini Polres KLU berhasil mengungkap 5 tindak pidana di 5 TKP berbeda dan menangkap DPO yang lari dari rutan polda,” ungkapnya pada wartawan.

Dijelaskannya, dalam operasi tersebut jajaran berhasil menangkap 2 pelaku yang notabene masuk dalam Target Operasi (TO). Pria berusia 25 tahun berinisial S sebelumnya diamankan di Desa Karangbajo Kecamatan Bayan, lantaran mengambil laptop dengan membobol rumah warga. Kemudian, pelaku lain yaitu Y alias ER yang juga TO ini ditangkap di Gili Trawangan. Ia mencuri di sebuah Hotel dan mengangkut beberapa barang bukti.

“2 TO yang kita tangkap ini berhasil mengungkap 3 TKP lainnya. Dari situ kita amankan B alias Bur warga Desa Medana karena sebagai penadah barang curian. Lalu kita amankan juga tersangka inisial I karena mencuri kendaraan bermotor merek Honda Revo bernopol DR 6240 DC,” jelasnya.

Pada Jumat (1/2) DPO Polda NTB yang kabur WNA asal Perancis bernama Dolphin Felix berhasil di amankan. Ia ditangkap di kawasan pusuk saat sedang melintas. Pada saat penangkapan, Bandar narkoba senilai Rp 3 miliar tersebut tidak melakukan pelawanan lantaran lemas. Anggota dengan sigap langsung membawa yang bersangkutan untuk kembali ke Mapolda NTB.

“Dia terkait dengan tindak pidana narkotika dan hari Jumat kemarin juga kita lakukan penangkapan,” katanya.

Terhadap oknum polisi yang mencoba mengambil berangkas mapolres, pelaku berinisial A tersebut sudah berhasil diamankan. Untuk saat ini pelaku telah diproses pidana umum untuk kemudian diproses secara kelembagaan. Ia dikenakan Pasal 363 ayat 3 juncto 53 ayat 1 dengan ancaman kurungan penjara di atas 5 tahun.

“Jadi ada oknum anggota yang melakukan pencurian berangkas di kantor. Ini adalah wujud bahwa dalam penegakan kita tidak pandang bulu, sekarang dia di rutan polda,” tandasnya.(iko)