in

Diduga Potong Uang PKH, Seorang Pria di Lombok Tengah Ditangkap Polisi

Barang Bukti yang diduga hasil potongan bantuan PKH

kicknews.today – Belum tuntas menyelesaikan kasus pemotongan Dana Marbot Masjid yang diduga dilakukan oleh Camat Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng).

Unit Tipikor SaReskrim Polres Lombok Tengah (Loteng) kembali menangani kasus dugaan pemotongan dana bantuan Pendamping Keluarga Harapan (PKH) yang diduga dilakukan oleh Pelaku inisial MS (40) warga Desa Pemepek, Kecamatan Peringgerate Kabupaten Lombok Tengah, Senin (4/2).

Kepala Polsek Peringgerate, AKP Afrijal yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Pelaku sudah diamankan ke Polres Lombok Tengah untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKP Afrijal, Selasa (5/2).

Dijelaskan, penangkapan terhadap terduga pelaku itu berawal dari informasi masyarakat. Dimana pelaku dipercaya oleh puluhan penerima bantuan PKH, warga Dusun Gelogor Desa Pemepek untuk mencairkan dana bantuan tersebut.

“Akan tetapi, setelah dicairkan di kantor Pos Pringgrata pada Minggu lalu, pelaku langsung membagikan dana tersebut kepada warga tanpa menyebutkan jumlah uang yang didapatkan oleh masing masih warga PKH,” jelasnya.

Lebih jauh AKP Afrijal menjelaskan, warga merasa curiga dengan jumlah uang yang diterima dan langsung menanyakan kepada yang bersangkutan. Namun pelaku tidak tidak memberikan data nominatif penerima yang diminta oleh warga sehingga memicu kemarahan warga dan melaporkan kejadian tersebut ke Polisi.
“Anggota yang menerima laporan itu langsung mengamanakan pelaku dirumahnya bersama barang bukti dan pelaku sudah diamankan ke Polres Lombok Tengah,” jelasnya.

Adapun barang bukti (BB) yang diamankan itu berupa uang Rp 23 juta lebih yang diduga sisa pemotongan bantuan PKH tersebut, 51 buah kartu ATM dan 40 buah buku tabungan milik peserta penerima bantuan PKH, serta satu lembar daftar nominatif  penerima bantuan PKH warga Dusun setempat. (Ade)