in

Setelah Lombok Timur, Kasus Pencabulan Kini Terjadi di Lombok Tengah

Ilustrasi Dugaan Kasus Pencabulan di Lombok Tengah

kicknews.today – Setelah sebelumnya di Lombok Timur terjadi kasus pelecehan seksual atau pencabulan oknum perawat dengan perawat, disusul kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur, Rabu (30/1), dalam waktu hampir bersamaan dengan kasus kedua, di wilayah hukum Polres Lombok Tengah pun terjadi kasus serupa dan menimpa Mawar (nama samaran), siswi salah satu SMP Negeri di Lombok Tengah.

Pencabulan terhadap Mawar diduga dilakukan pelaku inisial AW (45) warga Kota Praya, Lombok Tengah.

Kepala Satreskrim Polres Lombok Tengah AKP Rafles P Girsang yang dikonfirmasi media, membenarkan kejadian dugaan pencabulan siswi SMP tersebut.

“Iya ada, pelaku sudah ditangkap untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya, Senin (4/3).

Dikatakan, kasus pencabulan yang menimpa siswa kelas IX itu, saat ini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lombok Tengah, untuk proses hukum dan pengembangan penyelidikan lebih lanjut.

Diungkapkan, kejadian pencabulan itu berawal saat korban pulang sekolah pada Rabu (29/1) lalu, dimana saat itu korban dijemput pacarnya untuk diajak jalan-jalan seputar Kota Praya, selanjutnya keduanya duduk-duduk di Lapangan PSLT Praya.

Saat sedang asyik duduk di lapangan itulah, korban dan pacarnya didatangi pelaku AW bersama salah satu rekannya. Pelaku kemudian mengintimidasi korban dan menyuruh pacar korban pulang dengan ancaman.

“Pelaku mengancam anak-anak itu akan dilaporkan ke warga, dan pelaku membawa korban ke kos-kosan di kawasan Praya,” tutur Rafles.

“Di dalam kos tersebut terjadi dugaan pelecehan seksual. Setelah itu, korban diantar pulang pada malam harinya. Namun orang tua korban tidak curiga karena anaknya baik-baik saja,” lanjutnya.

Labih lanjut Rafles menuturkan, keesokan harinya saat korban berada di sekolah, korban pingsan dan dilarikan ke Puskesmas Praya kemudian pihak pihak sekolah memberitahukan kepada pihak keluarga.

“Saat di Puskesmas itulah korban cerita semua kejadian yang dialaminya, sehingga keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lombok Tengah,” jelasnya.

Sebelumnya, kata Rafles, pelaku sempat mendatangi ibu korban dan meminta maaf serta siap bertanggungjawab atas semua perbuatannya. Akan tetapi orang tua korban tidak bersedia dan tetap akan melanjutkan proses hukum.

“Atas perbuatannya pelaku dikenakan Pasal 76 huruf (e) undang-undang nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara,” pungkasnya. (Ade)