in ,

Polres Lombok Timur Tangkap 25 Penjahat, 63 Kasus Curanmor sampai Perampokan Terungkap 

Para pelaku saat digelandang di Polres Lombok Timur

kicknews.today – Jajaran Polres Lombok Timur berhasil mengungkap sebanyak 63 kasus Pencurian dengan Pemberatan (Curat), Pencurian dengan kekerasan (Curas) dan Curamor (3C) dalam Operasi Jaran yang digelar dari tanggal 21 Januari sampai dengan 3 Februari 2019.

Dari 63 kasus tersebut, ditangkap juga sebanyak 25 orang pelaku, dimana lima diantara pelaku ditembak petugas karena melakukan perlawanan dan sembilan diantaranya masih berada dibawah umur.

Sementara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku saat ini mendekam di sel tahanan Polres Lotim,guna proses hukum dan pengembangan penyidikan lebih lanjut.

Demikian ditegaskan Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP I Made Yogi Purusa Utama,SE,SIK saat press realiase hasil operasi jaran di Mapolres Lotim,Sabtu (2/1).

“Kami berhasil mengungkap 25 pelaku 3C dari 63 kasus yang ada dan lima orang ditembak,” tegasnya.

Ia menjelaskan dari pelaku yang ditangkap tersebut, turut diamankan barang bukti sebanyak 15 unit roda dua, mobil pick Up, alat senso, Hand Phone (HP) dan senjata tajam yang digunakan para pelaku untuk melakukan aksinya.

Lebih lanjut Made Yogi menambahkan, pelaku yang berhasil ditangkap itu diketahui melakukan aksinya di wilayah selatan seperti Sikur, Terara, Jerowaru,Labuhan Haji,Suele,.

Dimana dari laporan yang masuk tersebut sebanyak 80 persen sudah terungkap. Hal ini tentunya tidak terlepas dari peran serta masyarakat untuk membantu petugas dalam menangkap pelaku dengan memberikan informasi.

“Pelaku yang ditangkap merupakan residivis ‘bertitel sarjana’ yang sudah keluar masuk penjara,” ujarnya.

Sementara itu, lanjutnya untuk kasus 3C tahun 2018 yang berhasil diungkap sebanyak 32 kasus, sedangkan pada awal tahun 2019 ini mengalami peningkatan pengungkapan kasus dengan jumlah 63 kasus berhasil diungkap.

“Dalam kasus ini pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara dan pasal 365 dengan hukuman tujuh tahun penjara,” tandasnya.‎(Sul)