in

Bulan Depan Puluhan Pelajar KLU Dikirim ke Malaysia

Kepala Dikpora KLU dr. Fauzan (foto: rico)

kicknews.today – Kerjasama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara dengan Institute Kemahiran Industri Malaka (IKIM) Malaysia rupanya mulai terealisasi. Puluhan pelajar asli daerah sudah akan dikirim oleh pemkab pada Februari 2019 ini. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora). dr. Fauzan, Rabu (30/1).

“Sebenarnya Agustus kemarin kita kirim, tetapi karena gempa makanya belum bisa. Insyallah Februari ini sudah bisa jalan,” ungkapnya.

Kerjasama yang terjalin antara kedua belah pihak ini sudah mulai digarap pada pertengahan tahun 2018 lalu. Beasiswa bagi pelajar asal KLU itu telah disikapi oleh dinas dengan menyeleksi sekitar 35 pelajar dari kuota 25 pelajar yang bakal dikirim. Dari sana Dikpora Lombok Utara telah mendapatkan 23 pelajar siap kirim.

“Sebelumnya sudah kita dapatkan 23 orang artinya dari segi bahasa, pemula sudah bisa komunikasi. Kemampuan akademik dan wawancara, tetapi karena 2 orang lagi mendapat beasiswa di Unram maka kita sarankan untuk dilanjutkan,” katanya.

Kekurangan itu, sekarang juga sudah diproses oleh Dikpora. Progres yang terjadi calon mahasiswa tersebut baru tuntas melaksanakan medical check up, selanjutnya kepengurusan parpor di Imigrasi Mataram tengah diurus dinas. Dalam kepengurusan ini Fauzan melanjutkan, pemkab menanggung dari segi anggaran keseluruhan.

“Sebenarnya Banten mau ikut siapkan 4 orang. Tapi saya bilang Kalau bisa dari anak sini saja kenapa harus jauh-jauh di sana. Sekarang ini baru selesai mereka medical check up, dan pihak imigrasi bilang kalau ada rekomendasi bisa lebih cepat diproses karena itu berarti keperluan pemerintah,” jelasnya.

Selama berada di Negeri Jiran tersebut, mahasiswa Lombok Utara tidak hanya menimba ilmu industrian semata. Tetapi mereka juga sembari magang dan mendapatkan bayaran sekitar Rp 6 sampai Rp 7 juta. Dengan membayar total Rp 25 juta kebutuhan makan hingga asrama telah terpenuhi di sana.

“Dirut IKIM akan ke sini menjemput mahasiswa kita.  Memang tahap awal mereka keluarkan Rp 25 juta untuk biaya makan dan sebagainya. Tetapi, kita sedang mencari pola untuk mendapatkan dana Rp 25 juta per orang, kita ikhtiar jangan sampai ada dana dikeluarkan dari orang tuanya,” tandasnya.(iko)