in

Kasus Pemotongan Dana Marbot Masjid di Lombok Tengah Naik ke Penyidikan

Camat Praya Barat Daya, Kamarudin saat diperiksa penyidik di Polres Lombok Tengah

kicknews.today – Unit Tipikor Satreskrim Polres Lombok Tengah (Loteng) akhirnya menaikkan kasus dugaan pemotongan dana Marbot Masjid di Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), dari penyelidikan menjadi penyidikan. Hal itu disampaikan oleh KasatReskrim Polres Lombok Tengah, AKP Rafles P Girsang.

“Kasus dugaan pemotongan dana Marbot Masjid di Kecamatan Praya Barat Daya itu sudah naik ke tahap penyidikan,” ujar AKP Rafles P Girsang kepada wartawan di kantornya, Selasa (29/1).

Dikatakan, dalam kasus pemotongan dana Marbot Masjid yang diduga dilakukan oleh oknum Camat Praya Barat Daya Lombok Tengah, Kamarudin itu pihaknya sudah mengantongi dua alat bukti, sehingga pihaknya menaikan kasus tersebut menjadi penyidikan. “Alat bukti sudah lengkap berdasarkan keterangan saksi yang sudah diperiksa,” jelasnya.

“Dari keterangan saksi bahwa uang Marbot Masjid itu di ambil oleh Camat. Namun, tidak disalurkan semuanya,” katanya Rafles.

Lebih jauh Rafles menjelaskan, pasal yang dikenakan dalam kasus tersebut yakni pasal (2), (3) dan pasal (8) undang-undang Tipikor. Dimana setiap seseorang atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan sengaja menggelapkan uang dengan jambatan di ancam hukuman penjara paling lama 4 Tahun sampai 15 Tahun penjara.

“Kita kenakan pasal berlapis. Untuk penetapan tersangka masih menunggu waktu saja,” ujarnya.

Sementara itu, jumlah saksi yang sudah diperiksa dalam kasus itu sekitar 50 orang, baik itu dari para Marbot Masjid, Bagian Kesra Setda Lombok Tengah, dan termasuk Camat Praya Barat Daya. Sedangkan total dana yang diduga digelapkan itu dari laporan Rp 102 Juta dan yang sudah dibayarkan itu Rp 11 juta.

“Sekitar Rp 91 juta yang diduga digelapkan oleh Camat tersebut,” pungkasnya. (Ade)