in

Diupah 200 Ribu, Kurir Sabu di Karang Bagu Dibekuk Polres Mataram

Kapolres Mataram saat jumpa pers kasus kurir sabu di Polres Mataram

kicknews.today – Jajaran Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Mataram kembali berhasil menangkap kurir narkoba jenis sabu berinisial HAK dengan barang bukti seberat 20,57 gram yang dibagi dalam dua poket.

Dalam jumpa pers di kantornya Kamis (24/01), Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam menerangkan pelaku sempat berusaha menghilangkan barang bukti. Saat akan dibekuk dia membuang poket sabu seberat 10,30 gram.

“Satu poket berisi kristal bening sempat dibuang, tapi perbuatan pelaku dilihat petugas,” kata Kapolres.

Polisi menangkap HAK di Jalan Semangka, Lingkungan Karang Bagu, Kelurahan Karang Taliwang, Kota Mataram pada hari Rabu (23/01). Ketika ditangkap HAK diketahui tengah menunggu seseorang yang memesan sabu.

Setelah menemukan Barang bukti satu poket sabu, Polisi mengamankan pelaku. Petugas juga mencari barang bukti lain berupa narkoba yang berada dalam penguasaan pelaku. Pemeriksaan dilakukan dengan menggeledah badan serta motor pelaku.

Diterangkan Kapolres, saat digeledah, di badan pelaku tidak ditemukan barang bukti tetapi ditemukan di dashboard motor HAK yang terparkir tidak jauh dari lokasi penangkapan. Di sana, petugas menemukan satu poket besar berisi kristal bening diduga sabu. Beratnya barang tersebut 10,27 gram.

“Ada dua poket berisi kristal bening diduga sabu yang diamankan petugas. Total beratnya 20,57 gram,” ujarnya.

HAK tertangkap polisi karena terindikasi sebagai kurir. Dia menjadi penghubung antara bandar narkoba dengan pengedar yang hendak membeli sabu di sekitar Wilayah Karang Taliwang.

Sabu sebanyak dua poket diperoleh HAK dari seorang berinisial HA. Setelah diinterogasi, barang tersebut rencananya akan diambil YE. Karena itu, sebelum tertangkap, Polisi melihat HAK seperti sedang menunggu seseorang di pinggir jalan.

“Informasinya pelaku memang tengah menunggu seseorang, untuk menyerahkan sabu itu,” terangnya.

Sementara itu, HAK mengaku bukan sebagai pemilik barang haram tersebut. Dia hanya bertugas untuk menghubungkan antara penjual dan pembeli sabu.

“Saya cuma dikasih satak (Rp 200.000, red),” kata HAK menyebut upahnya sebagai kurir.

HAK boleh saja berdalih sabu tersebut bukan miliknya. Tetapi, Polisi mendapati bukti kuat berupa dua poket sabu dalam penguasaan HAK. Karena itu, polisi menjerat pelaku dengan Pasal 112 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya mencapai 20 tahun penjara. (red.)