in

Investor Korea Selatan Tawarkan Kelola Air di Tiga Gili

Pemandangan di Gili Trawangan belum lama ini

kicknews.today – Korean Treat Invesment (Kortindo) mengajukan diri supaya bisa mengelola air di Tiga Gili (Trawangan, Meno, dan Air). Mereka memaparkan konsep pengelolaan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara, Jumat (25/1) di Kantor Bupati sementara sekitar pukul 09.00 Wita.

Diungkapkan Koordinator Kortindo NTB Ihsan Karyawan Amin, pengajuan kerjasama ini didasari lantaran melihat kebutuhan air di tiga gili yang masih minim. Padahal setiap hari kebutuhan masyarakat, wisatawan yang berkunjung, demikian pula dengan seluruh hotel di sana cukup besar. Maka itu kedatangannya mencoba untuk menyampaikan sejumlah teknologi untuk dikerjasamakan.

“Ini hari kelima di sini, kita mencoba sampaikan teknologi bagaimana di KLU terpenuhi kebutuhan air siap minumnya. Di fokuskan di tiga gili, di tiga gili kita tahu masih kekurangan air,” ungkapnya.

Menurutnya, hal ini sejatinya juga menindaklanjuti kunjungan Wakil Bupati KLU Sarifudin ke Korsel sebelumnya. Di mana pihak pemerintah membuka diri bagi semua investor baik dalam negeri maupun mancanegara guna menanamkan modal di Lombok Utara. Pola pengelolaan air oleh Investor Korsel ini, nantinya masih mengandalkan air laut.

“Nanti kerjasama ini, pemda bisa tunjuk BUMD apakah membuat PT bersama dengan PMA (Penanam Modal Asing), saya perkirakan nilai investasinya sekitar USD 52 Juta. Yang jelas niatnya untuk penuhi kebutuhan air. Sumber air kita treatmen dari laut,” jelasnya.

“Memang maunya Wabup supaya pakai air danau (di Gili Meno) tapi setelah kita survey ternyata susah, karena danauh inikan kalau kemarau kering dan kalau musim hujan melimpah,” imbuhnya.

Pengelola air di tiga gili seolah jadi rebutan, meski Pemkab Lombok Utara sudah meneken kerjasama dengan PT. Tiara Cipta Nirwana (TCN) pada awal tahun 2018, namun pada prosesnya TCN pun masih angin-anginan. Kesiapan beroperasi yang ditarget sebelum akhir 2018 juga belum menampak rupa.

Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Lombok Utara  Hermanto yang menerima kunjungan investor Korsel tersebut mengaku, pemkab merespon dan menerima baik niar daripada penawaran tersebut. Hanya saja, deal dan tidaknya tergantung dari pimpinan daerah dalam hal ini Bupati H. Najmul Akhyar.

“Yang mereka harapkan model kerjasama mesin dan sebagainya, itukan harus dilihat regulasi dulu dengan kerjasama berapa tahun. Saya hanya memfasilitasi kebijakan ada di pimpinan, maka itu saya sarankan supaya investor ini bertemu dengan pimpinan langsung,” ucapnya.(iko)