in

Desainer Asal NTB ini Banting Setir Demi Majukan Perempuan

kicknews.today –  Desainer sekaligus owner Tara Tami Fashion Dra. Hj. Purwaningsih Sutiarti, bakal mewarnai kancah kontestasi Pemilu Legislatif (Pileg)17 April 2019 mendatang.

Perempuan asli Nusa Tenggara Barat (NTB) yang lebih kesohor dengan  nama Nining Tara Tami ini, nekad terjun ke dunia politik dengan satu tujuan, yakni meningkatkan kapasitas dan memajukan sumber daya manusia (SDM), khususnya kaum perempuan NTB.

“Tekad saya memajukan perempuan NTB. Sebagai putri NTB, saya ingin berbuat sesuatu untuk daerah ini, dan jalur politik saya pikir bisa untuk mencapai harapan itu,” kata caleg DPR RI dari Partai Golkar Nomor urut 5 dapil NTB II (Pulau Lombok) ini, Rabu (23/1), di Mataram.

Menurutnya, melalui jalur politik dirinya dapat berbuat banyak, terutama membantu dalam membangun kebijakan dan regulasi pemerintah, kaitannya dengan kaum perempuan.

Dikatakannya, sebagai desainer dan pengusaha fashion nasional dengan karir dan posisi, yang dapat dibilang telah berada di puncak, menurutnya sama sekali tidak berarti, jika belum bisa ikut andil mempengaruhi kebijakan politik.

“Jadi saya putuskan, harus berbuat sesuatu berikhtiar lewat jalur politik, agar bisa menyuarakan aspirasi masyarakat, khususnya kaum perempuan,” tandasnya.

Alumni SMAN I Mataram ini mengaku tidak sulit melakukan pendekatan pada masyarakat, karena secara emosional ia pun punya keterikatan dengan daerah ini.

“Ite pade ite wah (kita sama kita sudah, red). Saya juga kan nggak kemana-mana, pulangnya ya pasti ke Lombok,” ucapnya.

Hal optimis yang selalu ia tekankan dalam setiap blusukan menyapa konstituen adalah, agar kaum perempuan NTB bisa lebih berani mengaktualisasikan diri.

“Banyak sekali peluang sukses yang bisa diraih kaum perempuan termasuk
di NTB ini. Yang penting optimis lakukan yang kita sukai dengan tekun,” ujarnya.

“NTB ini luar biasa dan perempuannya juga harus luar biasa, harus kreatif, dan harus berani memanfaatkan teknologi informasi dengan cerdas, agar bisa bersaing,” imbuhnya.

Optimisme Nining bukan tanpa alasan. Setidaknya, ketekunannya di bidang fashion dapat menjadi contoh bagaimana upaya terus-menerus, kemauan untuk belajar, dan kemauan membangun jejaring demi mencapai sukses.

Diungkapakannya, brand Tara Tami yang diambil dari nama depan dua anak, juga bermula dari usaha kecil yang mendorong pengembangan kain tenun khas Lombok.

Kini, brand andalannya itu telah mampu menembus pasar internasional, dan mengharumkan produk asli Indonesia dengan desain busana Kebaya.

Lebih jauh dikatakan, kain tenun hanya salah satu dari sekian banyak potensi NTB yang bisa dikembangkan. Hal mana dapat dimanfaatkan kaum perempuan dan generasi millennials, untuk mulai menumbuhkan semangat berkreasi dan
menggali potensi-potensi yang ada.

“Yang terpenting optimisme dulu. Seperti juga kondisi saat ini, saya yakin masyarakat Lombok-NTB, bisa cepat kembali bangkit (pasca bencana gempa), dengan semangat dan optimisme menatap masa depan yang lebih baik lagi,” yakinnya.

Sebagai perempuan, tentunya ia sangat mengerti apa yang sebenarnya dibutuhkan kaumnya.

“Berbuat sesuatu untuk kemajuan perempuan NTB, adalah impian dan cita-cita saya,” tandasnya.

“Saya ingin suatu ketika kaum perempuan penenun dari Lombok, bisa ke luar negeri dan membawa kebanggaannya sendiri. Selama ada optimisme dari kaum perempuan kita, dan didukung kebijakan pemerintah yang pro perempuan, saya pikir hal itu bukanlah mustahil. Itu alasan saya terjun ke politik,” tutupnya. (red)