in

Siap-siap..! Dua Minggu Lagi Cidomo Ilegal di Trawangan Ditertibkan

Kondisi beberapa waktu lalu di Gili Trawangan

kicknews.today – Kondisi cidomo di Gili Trawangan semakin hari semakin tak karuan. Sudah dijatah sebanyak 32 unit, namun nyatanya diprediksi jumlahnya lebih banyak dari itu. Hal ini rupanya menjadi alasan Pemkab Lombok Utara untuk segera mengambil sikap. Dalam waktu dekat, tim penertiban segera menertibkan keberadaan alat transportasi satu-satunya di pulau wisata itu.

“Karena sudah ada Perbup no 17 tahun 2011 itukan ada ketentuan kalau ada lebih kita lakukan penertiban,” ungkap Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Lombok Utara, Sinar Wugiyarno ditemui usai memimpin rapat penataan tiga gili, Selasa (22/1).

Dijelaskannya, berdasarkan isi daripada perbup tersebut dibatas jika jumlah cidomo di sana maksimal 32 unit. Untuk donggol (transportasi pengangkut material) ditetapkan 75 unit. Hanya saja, belakangan diketahui jumlahnya melebihi. Ironinya muncul aduan bahwa saat ini sudah beroperasi transportasi berbasis listrik yang tentu dilarang di pulau.

“Ada tranportasi bermesin listrik ini tidak boleh. Makanya besok kita akan data semua dalam waktu dua minggu harus eksen,” jelasnya tegas.

Sementara itu, Kasat Pol PP Achmad Dharma mengaku siap guna mengerahkan personil untuk melakukan inventaris pun penertiban cidomo maupun donggol. Menurutnya, transportasi yang tidak terdaftar dalam Koperasi Janur Indah dianggap ilegal. Maka itu, harus dikembalikan ke darat.

“Overloadnya cidomo dan donggol ini merusak tatanan. Kan itu sudah ada perbupnya, saya perhatikan perbup belum maksimal dijalankan,” kata dia.

Berulangkali pihak pemda sudah mensosialisasikan perihal perbup tersebut. Hanya saja fakta yang terjadi jumlah transportasi di sana sulit ditekan atau diatur. Dalam penertiban nanti Pol PP tetap mengedepankan upaya persuasif.  Jika tidak diindahkan maka dalam kurun waktu selama 7 sampai 14 hari surat teguran melayang.

“Kita bekerja menggunakan SOP. Jangan sampai perbupnya teknis tapi ujug-ujug saya jalankan tanpa ada SOP. Saya kira untuk yang ilegal ini juga harus dibuatkan regulasi,” tandasnya.(iko)