in

Tahun Ini Pemda Lombok Utara Targetkan PAD Rp 185 Miliar

Pedagang di Pasar Tanjung masih berjualan dipinggir jalan (Foto: Riko)

kicknews.today – Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Utara menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 185 miliar di tahun 2019 ini. Sejumlah potensi pendapatan itupun sudah di inventarisir oleh Badan Pendapatan Daerah Lombok Utara. Demikian disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah KLU Zulfadli, Senin (21/1).

“Target tahun kemarin dari Rp 200 miliar, karena bencana jadi diturunkan menjadi Rp 145 miliar. Tahun ini PAD ditarget Rp 185 miliar. Kita optimis akan tercapai,” ungkapnya.

Menurutnya, beberapa hasil inventaris masih menempatkan sektor pariwisata di posisi unggulan. Maklum saja, selama ini memang sektor tersebut diketahui menyumbang setidaknya hampir 70 persen pendapatan daerah. Selain itu ada dari sektor pertanian, hingga kuliner juga dijadikan prosopek cerah bagi dinas.

“Memang pariwisata masih mendominasi, tetapi nanti kita akan kembangkan lagi salah satunya kuliner. Karena  kita lihat potensi di sana banyak,” kata dia.

Dijelaskannya, pada tahun 2018 lalu target PAD yang dipatok Rp 200 miliar justru dikurangi menjadi Rp 145 miliar. Hal ini tidak lepas lantaran bencana alam gempabumi yang mengguncang daerah. Hanya saja, meski target sudah dipangkas tetapi faktanya hingga tutup tahun anggaran realisasi pendapatan justru hanya 89,97 persen alias tidak tercapai. Untuk itu pihaknya tidak ingin persoalan tersebut terulang kembali pada tahun ini.

“Realisasi tidak tercapai karena faktanya gili hampir lumpuh waktu itu. Tapi sekarang para pengusaha sudah kembali lagi harapan kami semoga bisa jalan seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

Tidak hanya itu, untuk memastikan target tersebut bisa maksimal pihaknya berharap agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya agar intens koordinasi. Pasalnya, koordinasi yang belum terarah jelas dinilai juga mempengaruhi realisasi target PAD. Ia mencontohkan, seperti khusus retribusi pariwisata maupun parkir yang notabene dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan (Dishublutkan).

“OPD yang mengelola pajak dan retribusi kita harap bisa terus koordinasi ini untuk mengembangkan potensi pendapatan. Sebab ada yang menarget kecil jumlahnya, kalau tidak begitu tidak akan bisa,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Lombok Utara Ardianto menanggapi target PAD yang ditetapkan pemda mendukung penuh. Ia menilai sangat realistis angka Rp 185 miliar tersebut, namun hal ini didukung dengan postur anggaran yang digelontorkan untuk memulihkan dunia pariwisata.

“Baik pembangunan fisik, destinasi dan sebagainya kita harap tercapai. Karena bagaimanapun pariwisata sekarang ini satu-satunya (andalan mendapat PAD) maka harus diperhatikan,” ucapnya.

“Kemudian kaitannya dengan realisasi tahun 2018 kemarin kita akan lihat di pertanggungjawaban APBD Bulan Juni,” imbuhnya.(iko)