in

Proyek PT Temada Pumas Abadi di Lombok Timur Dihadang Warga

Demonstrasi warga menolak pembangunan PT Temada Pumas Abadi di Lombok Timur

kicknews.today – Warga Lombok Timur (Lotim) bagian selatan yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bersama Aliansi Rakyat Menggugat (ALARM) Lombok Timur melakukan aksi mimbar bebas di simpang tiga Desa Sepapan, Kecamatan Jerowaru, Sabtu (19/1). Mereka menolak pembangunan yang dilakukan PT Temada Pumas Abadi di tanah ulayat tampah boleq.

Sementara saat bersamaan, Wakil Bupati Lotim, H.Rumaksi SJ melakukan peletakan batu pertama pembangunan layang-layang resort di Tampah Boleq Kaliantan, meski gencar penolakan.

“Kami menolak pembangunan yang dilakukan PT Temada di lahan Tampah Boleq, karena itu merupakan tanah ulayat,” teriak Ketua ALARM, Sayadi dalam orasinya.

Dalam aksinya, massa juga mendesak Bupati Lotim untuk segera membongkar pagaran Tampah Boleq dari 0-150 meter dari pinggir partai sesuai dengan undang-undang dan perda yang ada.

Selain itu mendesak Bupati untuk mengembalikan tanah Tampah Boleq menjadi tanah ulayat dan dijadikan lokasi pelaksanaan pesta bau nyale.

Begitu juga Bupati segera mengusut tuntas pembuatan sertifikat dan membatalkan segala bentuk pembangunan dalam bentuk apapun sebelum permasalahan ini diselesaikan. Termasuk juga menuntut Bupati untuk segera mngusut tuntas oknum-oknum yang terlibat dalam penjualan tanah ulayat tampah boleq.

“Mendesak PT temada untuk tidak melakukan aktivitas pembangunan dalam bentuk apapun, sampai kasus ini kelir,” kata Sekretaris ALARM, Arsa Ali Umar.

Sementara Wakil Bupati Lotim,H.Rumaksi SJ dalam peletakan batu pertama pembangunan layang-layang resort PT Temada Pumas Abadi mengatakan kalau pihak PT Temada melakukan kegiatan ini karena telah memiliki ijin dan sertifikat lahan. Begitu juga PT Temada mepertimbangkan kearifan lokal yang setiap tahun dilaksanakan pada bulan Februari yakni bau nyale.

“Dengan adanya Pengembangan wisata h nialal sehingga PT. Temada dibuatkan Mushola namun tidak lokasi menggangu hotel yang ada, sehingga diminta kepada PT Temada untuk bersungguh dalam membangun,” tegas Rumaksi.

Sementara Komisaris Utama, Ilham Habibi mengatakan, dengan adanya peletakan batu pertama untuk pembangunan Resort Layang-Layang,.diharapkan pembangunan akan menjadi manfaat untuk masyakat dengan dibukanya lapangan pekerjaan dan ekonomi lokal bisa berkembang.

Apalagi Lombok di mata mancanegara sebagai destisasi wisata, karena eco pariwisata akan menjadi suatu hal yang sangat serius oleh wisata mancanegara. Begitu juga Lombok akan menjadi Pariwisa syariah dengan demograsi wilayah yang mayoritas muslim. (Sul)