in ,

Juni 2019 Dermaga yang Dibangun Pengusaha Trawangan Rampung

Terlihat wisatawan yang baru tiba di Gili Trawangan

kicknews.today – Sejumlah pengusaha di Gili Trawangan Lombok Utara mulai merealisasikan pembangunan dermaga di bagian barat pulau. Pengerjaan dermaga tersebut diperkirakan bakal tuntas pada Bulan Juni 2018 ini. Demikian disampaikan perwakilan Pengusaha Gili Trawangan Made Mada, Senin (14/1).

“Sekarang tinggal finalisasi izin, ke Pemda sudah OK tinggal nanti prose stander dan Bulan Juni sudah harus selesai,” ungkapnya pada wartawan usai menggelar pertemuan dengan Bupati KLU H. Najmul Akhyar.

Menurutnya, pembangunan dermaga tersebut murni inisiatif pengusaha Gili Trawangan untuk mengembangkan potensi pariwisata di sana. Mengingat dermaga Trawangan yang ada di bagian timur sudah hancur dihantam gempa belum lama ini. Dengan begitu adanya dermaga baru yang akan dibangun pengusaha diharapkan dapat menjadi alternatif lain.

“Itu yang akan kita lakukan, di barat tempatnya bagus apalagi keadaan sekarang masih recovery. Kalau nanti pemerintah mau buat dermaga di timur, itu urusan lain,” katanya.

“Latar belakang kami adalah potensi trawangan yang begitu tinggi, belum dimanfaatkan dengan baik. Kita melihat itu, kami pengusaha memberanikan diri. Nanti entah tamu mau (menginap di hotel) ke mana terserah. Yang jelas harus bagus fasilitas sekarang,” imbuh General Manager Hotel Vila Ombak ini.

Sementara itu, Asissten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Lombok Utara Hermanto, menjelaskan setelah dermaga jadi pihak pengusaha menyerahkan secara penuh ke Pemda Lombok Utara. Hal ini jelas disambut baik lantaran ke depan pemda berencana mengatur pintu masuk menuju pulau wisata tersebut.

“Kepengurusan izin dan lain-lain sudah diurus, tinggal Amdalnya saja dari kita. Setelah ini jadi akan dihibahkan ke pemda dan pemda yang mengelola,” jelasnya.

Pengusaha trawangan menghibahkan luas bangunan didarat 500 m2 dan panjang dermaga dari perairan berjarak 200 meter. Adapun nilai pembangunan pelabuhan terminal khusus untuk pembangunan publik ini berkisar Rp 14.7 miliar. Hermanto menilai, hal ini baik bagi keseimbangan pemerataan wisatawan di bagian timur dan barat Gili Trawangan.

“Biar imbang, kalau sudah dikelola itu nanti menguntungkan buat daerah. Pemungutan PAD yang tadinya sulit ditarik akan lebih mudah. Sasarannya memang untuk Fastboat Bali-Lombok,” tandasnya.(iko)