in

Kasus Pemotongan Honor Marbot Masjid di Lombok Tengah Mulai Dibidik Polisi

Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Rafles Girsang

kicknews.today – Dugaan penyimpangan honor Marbot Masjid di Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah (Loteng) mulai mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum.

Satreskrim Polres Lombok Tengah saat ini mulai melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan pemotongan dana Marbot yang diduga dilakukan oleh oknum Kecamatan tersebut.

“Pengaduan dari masyarakat sudah kita terima dan saat ini kami masih melakukan penyelidikan terhadap dugaan kasus pemotongan dana Marbot Masjid di Kecamatan Praya Barat Daya tersebut,” ujar Kasatreskrim Polres Loteng, AKP Rafles P Girsang di kantornya, Jumat (11/1).

Untuk itulah, pihaknya juga dalam waktu dekat akan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap beberapa saksi, baik itu dari pihak kecamatan maupun dari para penerima dana tersebut sehingga dugaan pemotongan dana Marbot itu jelas seperti apa kebenarannya.

“Kita sudah buatkan surat pemanggilan untuk beberapa saksi,” ujarnya.

Dijelaskan, bahwa dari informasi total pemotongan dana marbot itu mencapai Rp100 juta. Sehingga pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan, meskipun ada informasi bahwa dana itu tidak dipotong melaikan hilang dicuri.

“Kalau dicuri, kenapa tidak dilaporkan dulu, dimana dana itu hilang,” jelasnya.

Terpisah, Bupati Lombok Tengah, H Moh Suhaili FT yang dikonfirmasi terkait adanya dana Marbot yang dipotong tersebut mengatakan, dirinya juga mendukung langkah aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus tersebut.

“Kita juga mendorong supaya persoalan aparat penegak hukum bisa mengungkap kasus tersebut kalau memang terbukti adanya pemotongan,” ujarnya

Bahkah dikatakan dia, pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap oknum pejabat di kecamatan yang diduga melakukan pemotongan dana tersebut. Sehingga persoalan ini bisa diselesaikan dan seperti apa yang terjadi sebenarnya.

“Kalau untuk saksi terhadap oknum tersebut pasti ada sesuai aturan. Jika itu benar apa adanya,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, bahwa dari jumlah 86 Marbot di kecamatan Praya Barat Daya, hanya marbot di Desa Pandan Indah yang sudah menerima. Sementara yang lain belum menerima hak untuk tahap dua dan tiga.

Dana yang belum diserahkan Pemerintah Kecamatan sebesar Rp103 juta lebih. Dari informasi para Marbot di sana diminta tanda tangan SPJ tiga tahap. 2, 3 dan 4, namun uang yang para Marbot terima hanya Rp 600 ribu. Semestinya, para Marbot itu terima Rp1,2 juta. Karena kalau Rp600 ribu itu hanya untuk satu tahap. (Ade)