in

Babinsa dan Mahasiswa KKN MFH Mataram Bersinergi Tangkal Peredaran Narkoba

Babinsa Tente Sertu Faris saat mendampingi mahasiswa KKN Politeknik MFH Mataram

kicknews.today – Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Komando Rayon Militer (Koramil) 1608-04/Woha, bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Politeknik Medica Farma Husada (MFH) Mataram, Jumat (11/1), memberikan penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (Napza) yang digelar di SMAN 1 Woha Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Babinsa Tente Sertu Faris yang mendampingi para mahasiswa KKN Politeknik MFH Mataram, dalam kesempatannya mengimbau dan menekankan, agar para siswa jangan coba-coba mengkonsumsi narkotika dan obat/bahan berbahaya (narkoba), karena dampak negatifnya sangat luar biasa.

“Narkoba dapat merusak kesehatan bahkan masa depan penggunanya,” ungkapnya.

Dikatakannya bahwa narkoba tidak serta merta muncul dan beredar begitu saja. Namun itu adalah bentuk proxy war (perang dengan menggunakan pihak ketiga/narkoba, red) negara lain, untuk merusak generasi bangsa dan melemahkan komponen cadangan pertahanan negara.

“Mereka memiliki jaringan yang sangat luas dan kuat disebut dengan kartel, dan perang candu sudah ada sejak zaman dulu,” jelasnya.

Selain itu, Serti Faris berpesan agar para siswa juga menjaga nama baik orang tua dan sekolah, dengan tidak melibatkan diri apalagi mengkonsumsi narkoba.

“Negeri butuh kalian sebagai generasi yang tangguh untuk meneruskan dan melanjutkan kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Usai memberikan penyuluhan, Sertu Faris bersama para mahasiswa KKN melakukan pengecekan Tremor kepada 57 orang siswa SMAN 1 Woha.

Namun sampai sejauh itu tidak ditemukan adanya indikasi para siswa mengkonsumsi narkoba. Artinya, gerakan otot terjadi secara ritmis dan bolak-balik yang tidak disengaja pada satu atau lebih bagian tubuh tidak terlihat.

Selanjutnya mahasiswa KKN melakukan pemeriksaan golongan darah bagi siswa, yang belum mengetahui golongan darahnya dan juga pemeriksaan darah bagi para dewan guru. (Awi)