in ,

Soal 9 Lokasi Rawan Tsunami di Mataram, Ahli Geologi: Itu data tidak sahih

Pengunjung menikmati keindahan Pantai Ampenan

kicknews.today – Melalui informasi yang tersebar lewat WA grup, dikatakan ada sembilan wilayah di Kota Mataram yang rawan terjadi tsunami, yakni di Kecamatan Sekarbela yang terdiri dari Kelurahan Jempong Baru, Tanjung Karang, Tanjung Karang Permai, Kekalik dan Kelurahan Karang Pule. Sedangkan di Kecamatan Ampenan terdiri dari Kelurahan Ampenan Selatan, Banjar, Ampenan Tengah dan Bintaro.

Menanggapi informasi ini, ahli geologi yang juga dosen di Fakultas Tehnik Sipil Universitas Mataram, Dr Didi S Agustawijaya mengatakan kalau data itu tidak sahih dan bisa mengakibatkan keresahan masyarakat.

“Itu selebaran WA group yang meresehkan masyarakat, karena info itu berdasarkan daftar lokasi tanpa menyebutkan apa-apa lagi,” kata Doktor Geologi jebolan University Of South Australia ini yang dihubungi di Mataram, Sabtu (5/1).

Diakui dia, sebelumnya Pemerintah Kota Mataram meminta beberapa narasumber datang ke beberapa Kecamatan termasuk ke sekolah-sekolah untuk melakukan sosialisasi seperti dari Unram, BMKG dan BPBD tentang kebencanaan. Tetapi dirinya tidak tahu secara pasti apa yang disosialisasikan.

“Seharusnya ada data yang sahih dulu, diberi payung hukum oleh Pemda baru disosialisasikan ke masyarakat,” jelasnya.

Mengenai data yang saat ini tersebar, ada selebaran lewat WA grup dengan Kop BNPB, ada juga yang tidak pake Kop dan hanya berupa daftar lokasi.

“Data lokasi tsunami dan lokasi pergerakan tanah. Data tersebut meresahkan, mestinya Pemda masing-masing yang punya potensi bencana tanggap dengan hal-hal tersebut, kemudian membuat kajian, yang nantinya jadi pegangan dan acuan pemerintah,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, Camat Sekarbela, Cahya Samudra mengakui potensi bencana di beberapa lokasi tersebut. Pihaknya kemudian menindaklanjuti dengan menyampaikan ke RT dan Kepala Lingkungan untuk mengantisipasi.

“Informasi itu sudah kita terima lewat WA grup,” kata dia.

Kawasan sepanjang pesisir Pantai Ampenan rawan bencana. Namun, pihaknya mengaku akan tetap menjaga kondusivitas di masyarakat. Jangan sampai hal ini menjadi kekhawatiran berlebih di masyarakat.

“Waspada, perlu kehati – hatian namun jangan sampai berlebihan,” katanya. (red.)