in

Tinggalkan Demokrat, 3 Hal Ini jadi Alasan TGB Berlabuh di Partai Golkar

TGH M Zainul Majdi (TGB)

kicknews.today – TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang secara resmi masuk ke partai Golongan Karya (Golkar) setelah sebelimnya memutuskan untuk hengkang dari partai Demokrat besutan Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

TGB memaparkan, setidaknya ada 3 alasan dirinya memutuskan untuk masuk ke partai berlambang beringin ini.

1. TGB Ingin Membangun Indonesia dengan Islam Wasathiyah

Alasan pertama TGB masuk Partai Golkar ialah ingin membangun Indonesia dengan Islam Wasathiyah atau moderat yang tidak berat sebelah.

“Bagi saya membangun Indonesia adalah tentang ber-fastabiqul khairat, berlomba dalam kebajikan dengan prinsip falsafah jalan tengah wasathiyyah atau moderasi,” ujar TGB melalui keterangan pers resmi, Jumat (21/12).

Menurut TGB, Partai Golkar ialah tempat yang tepat bagi dirinya untuk memperjuangkan cita-cita tersebut.

2. Golkar Punya Semangat Transformasi

Yang kedua, TGB melihat Partai Golkar hingga saat ini telah berusaha bertransformasi dengan merawat nilai baik sekaligus meninggalkan hal-hal negatif.

“Saya menangkap semangat ishlah itu dan saya ingin menjadi bagian dari institusi yang transformatif itu,” ujar TGB.

Di mata TGB, Partai Golkar memiliki semangat perubahan kearah positif yang sangat baik sehingga dirinya memutuskan bergabung.

“Semangat transformasi ini pada hemat saya sangat diperlukan bangsa kita dalam menghadapi perubahan yang sangat cepat di seluruh bidang,” lanjut TGB.

3. Golkar Mendukung Jokowi Dua Periode

Lalu yang ketiga, TGB melabuhkan hatinya memilih Golkar karena secara pribadi TGB mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi presiden RI untuk periode kedua.

“Dukungan ini saya harapkan bergulir secara kelembagaan melalui Partai Golkar yang dalam pandangan saya, dengan konsep kekaryaannya sesungguhnya sangat sebangun dengan semangat Pak Jokowi dalam membangun Indonesia,” ujar TGB.

Dan saat ini, TGB yang sebelumnya merupakan kader andalan Partai Demokrat itu sekarang resmi menjadi kader Partai Golkar. (red.)