in

5 Begal Dibekuk Polisi di Lombok Timur, 3 Pelaku Ditembak

Salah satu pelaku begal yang ditangkap dibopong menggunakan tandu oleh petugas karena luka tembak

kicknews.today – Tim Resmob Polres Lombok Timur berhasil membekuk lima kawanan pelaku begal termasuk penadahnya yang sering menjalankan aksinya di wilayah Lombok Timur pada tempat yang berbeda,Kamis (20/12), sekitar pukul 20.00 wita. Tiga diantara pelaku terpaksa harus merasakan timah panas milik petugas karena berusaha melawan saat dilakukan penangkapan.

Pelaku yang ditangkap diantaranya AF (40) warga Jerowaru, JM (41),warga Praya, Lombok Tengah, AU(38) warga Jerowaru, sedangkan penadah NR (36) dan ZL (40) sama-sama warga Jerowaru.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku langsung di gelandang ke Mapolres Lombok Timur,guna diproses hukum lebih lanjut.

Kapolres Lombok Timur melalui Kasat Reskrim, AKP I Made Yogi Purusa Utama,SE,S.Ik saat dikonfirmasi membenarkan kalau tim Resmob berhasil menangkap lima pelaku dan penadah kasus begal yang terjadi di Sikur dan Jerowaru dan pelaku ditembak karena melawan saat akan ditangkap.

“Jumlah pelaku begal sebenarnya enam orang,akan tapi lima berhasil ditangkap dan satu orang masih Daftar Pencarian Orang (DPO). Akan tetapi identitasnya sudah diketahui dan dalam masih pengejaran,” tegasnya.

Yogi menjelaskan, para pelaku berhasil ditangkap dalam kurun waktu kurang dari dari 1×24 jam setelah polisi mendapatkan laporan tanggal 19 Desember 2018 di wilayah Dusun Tutuk, Desa Jerowaru mengenai adanya tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

Berawal dari pelaku penadahan yang pertama kali dilakukan penangkapan pada saat melakukan transaksi penebusan di wilayah Jerowaru. Kemudian dari hasil keterangan pelaku penadah, selanjutkan polisi melakukan pengembangan terhadap pelaku begal di wilayah Semoyang Lombok Tengah dan wilayah Jerowaru Lombok Timur.

“Petugas berhasil mengamankan para pelaku satu persatu di tempat yang berbeda,dengan dilumpuhkan peluru panas karena berontak dan melawan petugas,” ujarnya.

Selain itu lanjut Mantan Kasat Reskrim Lombok Tengah tersebut, para pelaku juga melakukan aksi pada malam hari dengan cara menghadang korban yang melintas. Kemudian secara bersama-sama pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban sampai tidak berdaya.

Lalu pelaku langsung membawa kabur motor milik korban.Kemudian setelah itu, pelaku mengatur proses penebusan terhadap sepeda motor tersebut melalui penadah. Modusnya, mereka meminta uang tebusan sebesar Rp 2,5 juta.

“Dari hasil penangkapan berhasil diamankan dua unit sepeda motor dan pakaian yang digunakan pelaku dalam menjalankan aksinya,” tandas Kasat Reskrim Polres Lotim.

Dalam kasus ini, pelaku diancam dengan pasal 365 KUHP dan 480 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan penadahan dengan ancaman di atas empat tahun penjara. (Sul)