in

Begini Tips dari TGB Melawan Berita Hoax

TGB saat menjadi pembicara dalam pertemuan komunitas anti Hoax di NTT

kicknews.today – Ulama muda alumni Universitas Al Azhar, Mesir yang juga mantan Gubernur NTB dua periode TGM M Zainul Majdi atau yang karib disapa Tuan Guru Bajang (TGB) bersama Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) Kombes Pol Jules Abraham Abast, S.I.K berkolaborasi memberikan tips kepada anak-anak muda yang tergabung dalam Cirle Of Imagine Society (CIS) Timor dan Komunitas Peacemaker Kupang (KOMPAK) tentang cara melawan kabar bohong atau Hoax yang saat ini kian meresahkan.

Dalam diskusi panel di Ballroom Hotel Neo by Aston, Kupang, NTT pada Selasa (12/12), TGB mengingatkan kalau hoax saat ini sudah menyasar pada persatuan dan persaudaraan yang selama ini dimiliki.

“Banyak hoaks yang menyasar hal terpenting yang kita miliki yaitu persatuan dan persaudaraan. Saling curiga berujung saling tidak percaya dan saling hujat, akhirnya kita semakin renggang sebagai sesama anak bangsa. Sudahi itu semua!” tegas TGB.

Dia meminta agar anak-anak muda selalu melakukan kroscek berbasis fakta atas semua informasi yang diterima.

“Cek berita berbasis fakta, filter berita dengan asas manfaat, bangun aliansi kebaikan untuk membersihkan ruang publik dari hoaks, perkokoh tatanan nilai berbasis agama dan budaya,” jelas TGB.

Sementara itu Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) Kombes Pol Jules Abraham Abast, S.I.K memberikan penjelasan mengenai ciri-ciri berita hoax yang biasanya beredar di media sosial.

“Ciri pertama hoax adalah berita yang disebar dapat mengakibatkan kecemasan, kebencian dan permusuhan, lalu ciri kedua hoax adalah ketidakjelasan sumber beritanya,” kata dia.

Menurutnya, jika diperhatikan, hoax di media sosial biasanya berasal dari pemberitaan yang tidak atau sulit terverifikasi.

“Ciri ketiga, isi pemberitaan tidak berimbang dan cenderung menyudutkan pihak tertentu dan ciri keempat, sering bermuatan fanatisme atas nama ideologi,” paparnya.

Disamping itu kata dia, judul dan pengantar berita hoax biasanya sangat provokatif, memberikan penghakiman bahkan penghukuman tetapi menyembunyikan fakta dan data yang sebenarnya.

“Biasa adanya huruf kapital, huruf tebal, banyak tanda seru. Berita yang sudah lama diviralkan lagi seolah-olahbaru terjadi serta biasanya data asli diubah”, pungkasnya.

Dari ciri-ciri hoax yang disebutkannya, Kabid Humas Polda NTT meminta agar kita selalu waspada dan berlaku cerdas dalam membedakan konten yang disebar di media sosial.

Berita hoax membawa dampak yang kurang lebih sama dengan fitnah, hanya skala serta dampaknya jauh lebih besar dan luas. Selain itu, berita hoax cenderung tendensius dan dibuat demi tujuan keuntungan pribadi si pembuat berita tersebut.

“Karena biasanya menyangkut seseorang tokoh besar, organisasi bahkan kelompok ataupun golongan tertentu. Menjadi pemicu munculnya perselisihan, keributan, juga menyebarkan kebencian”, sebutnya.

Bahkan kata dia, dalam beberapa kasus ekstrim, berita hoax bisa menyebabkan sebuah negara hancur. (red.)