in

RINTIHAN HATI IBU SEORANG AKTIVIS

Cerita- Anakku sejak mereka bilang engkau seorang aktivis ,ibu kembali mematut diri menjadi ibu seorang aktivis dengan segala kesibukan dan rutinitasmu . ibu berusaha mengerti betapa engkau ingin supaya waktumu terisi dengan segala sesuatu yang bermanfaat , ibu sungguh mengerti itu.tapi apakah menghabiskan waaktu bersama ibumu ini adalah sesuatu yang sia-sia ?

Sungguh setengah dari umurku telah ibu habiskan untuk bersamamu

Anakku….

Tanpa pernah ibu berfikir bahwa itu adalah waktu yang sia-sia

Anakku..

Kita memang berbeda , berada disatu atap nak, diatap yang  sama saat dulu engkau bermanja daan bercanda  ria dengan ibu

Tapi kini dimanakah rumahmumu nak???

Apakah kamu selalu tertidur dikampus atau bahkan jarang dapat tidur karena agenda yang memadat dan menumpuk

Ibu tak lagi melihat jiwamu dirumah nak…

Ibu selalu menunggumu dirumah sepanjang hari

Ibu tuggu dengan do’a agar tuhan senantiasa menjagamu

Mungkin tawamu telah habis hari ini

Tapi ibu harap engkau sudi mengukir senyum untukku seorang ibu yang teramat merindukan anakanya

Laagi-lagi aku harus terpaksa menahan untuk mengerti bahwa engkau begitu lelah dengan segala aktivitasmu hingga tak mampu lagi tersenyum untuk ibu

Atau jangankan untuk tersenyum , sekedar untuk mengalih pandangan ke ibu mu saj engkau enggan

 katamu engkau sedang sibuk mengejar deadline , padahal andai kau tahu nak ibu sangat ingin mendengar curhatanmu mengenai kegiatan dan aktifitassmu hari ini dan ibu sdikit ingin memberimu nasehat tentang kehidupan

wahai anakku…

ibu mendengar engkau begitu sedang sibuk , nampaknya engkau begitu menghawatirkan nasib organisasimu

engkau mengatur segala  strategi untuk mengkader semua anggotamu

engkau amatpeduli dengan semua itu

ibu bangga denganmu

namun sebagian hati ibu mulai bertanya-tannya

Naaak…

Kapan terakhir engkau menanyakan kabar ibumu ???

Apakah engkau menghawatirkan ibumu???

Seperti engkau menghawatirkan keberhasilan acaramu?

Wahai anak ku sayang

Ibu  mencoba membuka buku agendamu

Buku agenda sang aktivis

Jadwal yang begitu padat

Ada rapat disana dan sini

Jadwal bertemudengan tokoh-tokoh penting

Ibu membuka lembar demi lembar

Disana ada sekumpulan agenda

 sekumpulan  mimpi dan harapanmu

ibu terus membuka lembar demi lembar

masih saja ibu berharap bahwa nama ibu ada disana

ternyata memang  tidak ada…

apakah tak ada agenda bersama ibumu yang renta ini?

Setiap pertemuan pasti akan ada akhirya

Begitupun dengan aku anakku

Maka dari itu janganlah kau terlalu sibuk dengan dunia akademisimu wahai anakku

Hingga tak ada agenda sedikitpun untuk bertemu bahkan mengajakku ngobrol seperti tatkala kamu masih kecil dulu

Ibu  rindu waktu itu naaak..

Waaktu dimana kamu selalu terlelap dipangkuan ibu

Waktu dimana ketika kamu dijahilin teman mainmu kamu sellau berlari kepelukan ibu dan menceritakannya kepada ibu walau sekecil apapun itu

Tapi sekarang kamu sudah berubah nak…

Kamu sudah menjadi  aktivis

Mahasiswa penuh  talenta

 kamu menjadi orang super sibuk

ibu bangga nak…

ibu bangga melihatmu bisa seperti ini

bisa bertemu dengan orang-orang penting  dan orang-orang hebat

menghadiri acara di hotel-hotel ternama

pulang pergi keluar kota mengisi acaraini dan itu

tentu ibu senang melihatnya

tapi kalau boleh jujur

ibu sedih nak..

ibu sedih jarang melihatmu pulang kerumah

padahala sebelumnya kamu selalu pulang jika ada waktu libur seperti hari sabtu dan minggu

tapi sekarang ibu sudah tidak mendapati hari itu lagi

ibu sedih tidak bisa melihat ragamu dirumah ini

dan semoga saja jika ketika kamu pelang nanti

kamu masih mendapati ibumu

 masih duduk manis diteras rumah menunggu kepulangan sang anak pujaan hati

esok ,jika kamu  mendapati orang –orang pada berpakaian hitam kumpul ramai dirumah

dengan suara tangisan yang merintih pilu

bukankah itu symbol dari kematian ?

wahai anakku sesungguhnya kamu telah paham semuanya

kamu janagan sedih iya

karena ibu yakin kamu seorang aktivis yang kuat,tegar dan tabah

jika ibu sudah tertutup kain kafan

itu pertanda ibu sudah tiada lagi didunia ini

maafkan ibu yang tak bisa menunggumu sampai hari kejayaanmu nak…

teruslah berjuang di garis kewajaran

janganlah mundur

janganlah surut karena apa yang kamu inginkan sudah didepan matamu

anakku sayng..

do’akan ibu supaya tenang dialam sana

teruslah berjuang demi  negeri ini

karena jiwa seorang aktifis bagaikan baja

maafkan ibu yang tak bisa menyaksikan kesuksesanmu  kelak nak..

tapi ibu akan tersenyum bahagia dari kejauhan sana

sambil berkata

selamat wahai ankku sekarang kamu telah mendapatkan apa yang kamu perjuangkan seberapa banyak waktu yang kau korbankan

seberapa banyak keringat dan tenaga yang kau keluarkan  dan sekarang kamu telah mendapatkan semuanya

maka janganlah kau bersedih atas kepergianku

karena tuhan telah menggantikan posisiku dengan profesi yang kau perjuangkan sejak dulu

by: baiq betet alwijaya