in

KKB Pembantai 31 Pekerja di Papua Mulai Diburu Pasukan TNI dan Polri

Ilustrasi patroli TNI

kicknews.today – Kodam XVII Cenderawasih, Rabu (4/11) pagi tadi, mengirim kembali satu kompi dari Yonif 751 VJS Sentani, untuk memperkuat personel gabungan TNI – Polri yang sudah dikerahkan ke Nduga sebelumnya untuk mengevakuasi para korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan memburu para pelakunya.

Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Joshua Sembiring mengatakan, prajurit TNI kini sudah berada di Wamena setelah diterbangkan dari Sentani dengan menggunakan pesawat Hercules.

Sebelumnya tercatat 169 personel gabungan TNI-Polri sudah dikerahkan ke Nduga untuk melakukan proses evakuasi terhadap para korban pembunuhan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menewaskan karyawan PT Istaka yang sedang melakukan pembangunan jembatan di Distrik Yall.

Selain menggerahkan personel, proses evakuasi juga menggerahkan empat helikopter termasuk satu unit jenis MI dan Bolco, kata mantan Kasdam Siliwangi itu melalui telepon selularnya lalu mengatakan, saat ini proses evakuasi sedang dilakukan baik terhadap karyawan maupun anggota tni yang menjadi korban. Demikian dilaporkan Antara.

“Evakuasi diawali dari kawasan kali atau sungai kecil Yigi dan sekitar gunung Tabo,” kata Mayjen TNI Sembiring.

Pangdam bersama dengan Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin yang saat ini berada di Wamena mengatakan, faktor cuaca dan kondisi geografi yang menyulitkan proses evakuasi.

Proses evakuasi di kali Yigi dan sekitar gunung Tabo sedang dilakukan dan diharapkan tidak ada kendala berarti, karena selain dilakukan melalui darat juga melalui udara,kata Mayjen TNI Sembiring.

Sementara itu, menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyatakan tidak ada negosiasi dalam penanganan pelaku penembakan di Papua.

“Bagi saya tidak ada negosiasi. Menyerah atau diselesaikan. Itu saja,” kata Ryamizard di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (4/12) kemarin.

Alasan Ryamizard, terduga pelaku pembunuhan itu bukan sekadar kelompok kriminal bersenjata (KKB) karena sudah bertindak brutal .

“Kalau sudah nembak-nembak gitu ya siapapun lah. Tidak ada kriminal nembak sebanyak orang itu,” katanya berulang-ulang.

Pelaku ini , kata Ryamizard, tidak menutup kemungkinan diduga pelakunya merupakan kelompok lama pemberontak atau separatis yang ingin memisahkan diri dari Indonesia. (red.)

What do you think?

378 points
Upvote Downvote

Tinggalkan Balasan