in

Weekend di Mataram Bersama Jazz & World Music Festival 2018

Konferensi pers even Mataram Jazz&World Music Festival 2018

kicknews.todayTagline “Mataram MoveOn” yang diluncurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Sabtu dan Minggu (8-9/12), akan menghadirkan musik jazz melalui even Mataram Jazz & World Music Festival 2018.

Kegiatan yang bertajuk “Sound of Humanity” dengan kolaborasi musisi jazz nasional dan lokal, akan menghibur warga Kota Mataram khususnya pecinta musik jazz.

Pemilihan Lapangan Sangkareang sebagai lokasi festival bertujuan agar memudahkan seluruh masyarakat, yang berniat hadir menyaksikan even yang dihajatkan sebagai bagian kampanye “Mataram MoveOn“, setelah Lombok didera bencana gempa.

“Acara ini kami hajatkan untuk semua pihak serta masyarakat yang terlibat selama penanggulangan gempa,” kata Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana, Senin (3/12), saat konferensi pers di Hotel Santika Mataram.

Dikatakan, gempa yang terjadi beberapa waktu lalu juga berdampak bagi Kota Mataram. Selain mengakibatkan kerusakan rumah, kantor, dan fasilitas lainnya, lanjut Mohan, masyarakat juga mengalami trauma panjang. Sehingga selama sebulan setelah gempa warga Mataram masih tidur di tenda-tenda pengungsian.

“Teman-teman sudah tahu dan merasakan sendiri bagaimana kondisi saat itu,” ujarnya.

Menurut Mohan, Mataram Jazz & World Music Festival 2018 ini merupakan kelanjutan dari berbagai program, untuk pemulihan pascagempa itu. Festival ini juga menjadi ajang reuni bagi para relawan, pegiat kemanusiaan, dan semua pihak yang terlibat sejak awal gempa hingga pemulihan pasca gempa.

“Relawan, TNI, Polri, BNPB, BPBD, lembaga kemanusiaan, dan semua yang terlibat sejak awal gempa, rasanya perlu kita kumpul bersama dalam suasana santai. Nah, even inilah yang menjadi ajang kita kumpul bersama,” ucapnya.

Diungkapkan, semua relawan dan pihak yang terlibat dalam penanganan gempa diakuinya beberapa kali melakukan pertemuan, namun itu adalah pertemuan dalam suasana formal.

Mohan menginginkan pertemuan kali ini dalam suasana santai, pertemuan untuk mendengar cerita para relawan di lapangan. Disamping itu, pertemuan ini juga akan mempertemukan para korban gempa dan para relawan.

“Kita silaturahmi, ngobrol santai sambil menikmati hidangan musik jazz,” ujarnya.

Melalui konferensi pers itu, pihaknya mengundang seluruh relawan, lembaga kemanusiaan, aparat pemerintah yang sejak awal membantu korban gempa, untuk meluangkan waktu menghadiri perhelatan tersebut.

Selain itu, Mohan juga mengundang para pecinta musik jazz serta seluruh warga Mataram dan sekitarnya, untuk datang menyaksikan penampilan para musisi jazz juga stand-stand bazar di sekitar lokasi.

Sementara itu, Ketua Panitia Mataram Jazz & World Music Festival 2018 Imam Sofyan mengungkapkan, bahwa kegiatan ini dirancang oleh para seniman yang juga sekaligus sebagai relawan.

Dikatakan, pada saat gempa terjadi para seniman ini juga terlibat menjadi relawan. Mereka menyalurkan bantuan logistik, membangun rumah hunian sementara (huntara), memberikan trauma healing, dan kegiatan kemanusiaan lainnya. Bahkan, hingga hari ini pun kegiatan mereka membantu para korban masih terus berjalan.

“Refleksi pengalaman menjadi relawan itu memotivasi kami untuk menggelar even ini,” tutur dia.

Dalam even ini, panitia yang tergabung dalam  Bandini Production menghadirkan beberapa musisi dari Jakarta diantaranya Tohpati Ethnomission, Jason Ranti, Dua Drum, Jazz Muda Indonesia feat Agis Kania, dan Cerita Fatmawati, serta Astrid Sulaiman Quartet dari Ubud-Bali.

Selain itu, sederetan musisi lokal NTB juga akan unjuk kebolehan, diantaranya Jazz Double Quartet (Jadeq), Sambava, Neo Decker, Pesawat Kertas One & Flower, Don’t Tell Mom, Pelita Harapan Jazz Project feat JKR.

“Komitmen awal kami, setiap menghelat acara selalu memberi panggung bagi musisi Nusa Tenggara Barat,” kata Imam. (prm)

What do you think?

466 points
Upvote Downvote

Tinggalkan Balasan