in

Kajian Tafsir, TGB Ulas Pembelokan Makna Ayat Al Qur’an Untuk Kepentingan Dunia

Tuan Guru Bajang (TGB) saat memberi kajian ilmu tafsir Al Qur'an di Islamic Center Mataram

kicknews.today – Ulama muda jebolan ilmu tafsir Al Qur’an yang kini juga menjabat sebagai ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Mesir Cabang Indonesia, Dr TGH M Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) mengupas makna ayat ke 60 dalam Surat Al Baqarah di Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center Mataram, Lombok.

“Bersyukur dapat melanjutkan kajian tafsir bakda Jumat di Masjid Hubbul Wathan Islamic Centre Mataram. Kemarin mengaji bersama ayat 60 Surah Albaqarah,” kata TGB dikutip dari laman media sosialnya yang diunggah, Senin (17/11) lalu.

Dalam kajian tafsir tersebut, TGB yang juga pernah menjabat sebagai Gubernur NTB dua periode tersebut menjelaskan tentang banyaknya pelajaran yang bisa dipetik dari kisah Bani Israil dalam Alquran.

“Membelokkan makna ayat untuk kepentingan dunia, kompak dan konsisten dalam kejahatan, tidak proporsional dan selalu melampaui batas, kufur nikmat serta menzalimi Nabi yang memimpin mereka. Itu sebagian kecil uraian Alquran tentang pengikut Musa AS,” katanya.

Bagi TGB, hal-hal seperti itu tentunya bukan untuk dicerca maupun dicemooh melainkan harus dapat dipetik manfaatnya sebagai pelajaran dan peringatan bagi kita semua saat ini.

“Tentu bukan untuk kita cerca, namun lebih sebagai pengingat bahwa sifat-sifat seperti itu bisa menjangkiti siapa saja,” terangnya.

Di akhir ulasannya, disampaikan TGB doa dan harapan agar kita semua dapat dijauhkan dari sifat-sifat tercela semacam itu.

“Semoga ALLOH menjaga kita dari sifat-sifat buruk yang merusak diri sendiri dan orang lain,” harap TGB.

Dalam surat Al Baqarah yang berarti Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil. Dalam surat ke 60 dinyatakan sebagai berikut:

وَإِذِ اسْتَسْقَىٰ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ فَقُلْنَا اضْرِب بِّعَصَاكَ الْحَجَرَ ۖ فَانفَجَرَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا ۖ قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَّشْرَبَهُمْ ۖ كُلُوا وَاشْرَبُوا مِن رِّزْقِ اللَّـهِ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ ﴿٦٠

yang artinya:

Dan ingatlah ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: “Pukullah batu itu dengan tongkatmu”. Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.

(red.)