in ,

Buka Peluang Guru Honorer Setara ASN, Jokowi: Kalau ada yang salah, ingatkan saya

Presiden Jokowi saat peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-73 PGRI (Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)

kicknews.today – Dalam puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2018 dan HUT ke-73 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Sabtu (1/12), Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar di sejumlah daerah, pemerintah secara bertahap dan berkelanjutan akan merekrut para guru untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.

“Pada tahun ini rekrutmen CPNS terbanyak adalah guru yang mencapai 114 ribu guru,” ujarnya di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, seperti rilis yang diterbitkan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden yang dipantau kicknews.today.

Dikatakan Kepala Negara, pemerintah memahami tugas berat dan peranan para guru yang berjuang, untuk membina dan membangun bangsa lewat pendidikan. Untuk itu, sejumlah upaya dilakukan pemerintah untuk mendukung guru-guru Indonesia dalam menjalankan perannya.

Selain itu, Presiden Jokowi juga mengungkapkan pihaknya telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018, tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Dijelaskan, PP tersebut membuka peluang pengangkatan guru menjadi PPPK, bagi yang telah melampaui usia maksimal yang ditetapkan undang-undang untuk menjadi PNS. PPPK ini memiliki hak yang setara dengan PNS.

Menanggapi sejumlah keluhan para guru terkait profesi mereka, yang sebelumnya terjadi pemotongan tunjangan sertifikasi bagi guru yang menunaikan ibadah haji dan umrah. Jokowi menegaskan bahwa itu tidak boleh terjadi selama kepemimpinannya.

“Ini urusan sakit, umrah, dan haji yang dulu dipotong sertifikasinya, sekarang tidak kan? Karena kita sudah mengeluarkan peraturan mengenai itu,” kata Jokowi.

Dirinya berpandangan bahwa ibadah haji dan umrah merupakan salah satu kompetensi sosial para guru. Maka tak sepantasnya bila para guru yang menunaikan ibadah tersebut mendapatkan pemotongan tunjangan profesi.

“Ini sesuatu yang tidak benar yang telah kita luruskan dengan peraturan yang telah keluar,” ucapnya.

Selain itu, Kepala Negara juga mengagendakan pertemuan dengan para pengurus PGRI pada minggu mendatang, untuk mendengarkan keluhan-keluhan lain seputar profesi guru. Presiden berjanji bahwa dirinya akan terus mengawal persoalan yang dihadapi para guru.

“Bapak-ibu guru, percayakan ini kepada kami. Tetapi kalau memang ada yang salah, tolong saya diingatkan,” tandasnya. (red)

What do you think?

552 points
Upvote Downvote

Tinggalkan Balasan