in

Anak Bermain Skateboard, Orang Tua Perlu Tahu ini…

Oleh: Husen Mulachela & Raden Agung Hartono

Akhir-akhir ini di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat muncul tren baru di kalangan anak-anak, yakni skateboard (permainan papan seluncur dengan roda). Permainan ini melatih anak dalam keseimbangan, keterampilan serta konsentrasi yang sangat berpengaruh dalam perkembangannya.

Inovasi baru papan seluncur pun dilengkapi dengan led (lampu) pada roda seluncur, sehingga menarik anak-anak dalam berseluncur. Namun di balik manfaatnya itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua terkait keselamatan anak.

Untuk diketahui, banyak anak-anak di Amerika Serikat masuk ruang Gawat Darurat (UGD) karena cedera akibat bermain skateboard. Kecelakaan skateboard dapat meimbulkan cedera parah pada wajah, kepala, ataupun leher. Hal itu terjadi karena dalam bermain si-anak tidak dilengkapi alat pelindung diri, baik helm, pelindung tangan, siku, dan lutut. Untuk itu, pengawasan orang tua sangat diperlukan serta perhatikan beberapa hal berikut untuk meminimalisirnya.

Jangan Biarkan Anak Bermain Skateboard Tanpa Pelindung

Pastikan anak memakai alat pelindung lengkap seperti helm, pelindung tangan, siku, dan lutut. Sering dijumpai anak bermain tanpa pelindung yang memadai sehingga resiko mengalami cedera lebih besar.

Selain itu, perhatikan pula kualitas skateboard. Beberapa kecelakaan para pemain baik di kalangan pemula maupun professional terjadi karena rusaknya skateboard saat digunakan. Untuk itu, perhatikan kualitas papan dan roda pada skateboard.

Perhatikan Arena Bermain Anak

Jangan biarkan anak bermain skateboard di jalan raya, karena banyak kendaraan berlalu-lalang sehingga beresiko kecelakaan. Arena tempat bermain anak harus memiliki bidang rata sehingga meminimalisir resiko kecelakaan ataupun cedera serius.

Jika anak belum menguasai dengan baik, bimbinglah anak agar dapat bermain dengan aman dan nyaman. Jangan biarkan anak bermain jauh dauh dari lingkungan rumah dan tidak member izin anak bermain hingga larut malam untuk alasan keamanan.

Ajarkan Anak Agar Berhati-hati Dalam Bermain Skateboard

Seringkali anak-anak tidak memperhatikan keselamatan serta sikap kurang peka orang tua yang membiarkan anak bermain di tempat terbuka tanpa pengawasan. Bahayanya, anak sering dibiarkan bermain di jalan raya. Anak seringkali tidak terlihat oleh pengendara kendaraan bermotor karena terhadang “titik buta” kendaraan, sehingga terjadilah kecelakaan.

Beberapa kasus kecelakaan yang terjadi karena anak yang bermain skateboard melakukan gerakan tiba-tiba yang mengejutkan pengendara. Sehingga terjadilah kecelakaan.

Berikan simulasi kepada anak bagaimana harus mengantisipasi ketika terjatuh karena bermain skateboard, sehingga cedera tidak parah.

Jika Terjadi Kecelakaan, Tangani Segera

Pastikan anak segera mendapatkan perawatan medis ringan dalam penanganan awal, termasuk temukan tempat cedera anak dengan cepat sebelum nantinya ditangani oleh tenaga medis professional.

Demikianlah, beberapa hal untuk mengurangi resiko bermain skateboard pada anak yang perlu diketahui. Kebebasan anak dalam bermain serta mengeksplor bakan sebaiknya tidak dibatasi, namun bukan berarti tidak mengawasi. Anak mesti diberikan penekanan dimana ia dan teman-temannya dapat bermain, karena tidak semua tempat dapat dijadikan tempat bermain.

*) Penulis adalah mahasiswa PKL Universitas Mataram (Unram) Jurusan Ilmu Komunikasi konsentrasi Jurnalistik.