in

Tradisi Sasak

Pada tanggal 25 November 2018 tepatnya malam senin, bertempatan dirumah H.ahyarrosidi yang ada didesa pengembur kecematan pujut dusun montong balas.Pengantin yang menjalani sebuah rumah tangga baru kembali lagi melaksanakan tradisi sasak sebut saja (nyaher).

Dari beberapa pengakuan masyarakat bahwa nyahir pada zaman modern ini hampir punah akan tetapi ide kreatif dari pengantin tersebut untuk mengembalikan tradisi sasak, sehingga mendatangkan seorang ahli nyahir yang bernama samsul hadi.Tidak hanya itu aja,namun selaku pengantinpun akan melaksanakan nyongkolan pada siang hari,yang dimana pengantin perempuan dan laki dihias layaknya seorang raja dan ratu seperti yang ada di kerajaan-jerajaan pada zaman dahulu.nyongkolan yang akan dilaksanakan akan diiringi oleh music traditional yakni gendang belek.Gendang belek dan nyongkolan ini adalah salah satu tradisi sasak yang turun menurun,nyongkolan ini juga dilaksanakan secara berkelompak.

Tradisi nyongkolan ini dilaksanakan ketika ada pernikahan orang sasak.pada sekitar 40 meter pengantin dilepas dan jalan kaki sampai kerumah pengantin perempuan.tidak lepas dari itu,pengantin diiring oleh music gendang belek dan para pengawal layaknya seorang putri dan raja yang ada disebuah kerajaan.