in

Ini Tips Islam bagi yang sedang “Patah Hati”

Hampir setiap orang pernah “patah hati”, dimana dirinya berada pada titik kulminasi merasa dikecewakan dan dikhianati.

Ketika seseorang dengan terlalu mempercayai makhluk lain secara berlebihan, maka disanalah gejala awal patah hati muncul. Secara signifikan, level berharap yang terlalu tinggi akan memunculkan rasa kecewa yang tinggi pula saat keduanya tidak saling memenuhi.

Itulah kenapa Islam mengajarkan umatnya hanya kepada Allah lah hendaknya berharap, karena hanya Dia (Allah) lah sebaik-baiknya tempat menggantungkan pengharapan.

Nah, bagi Anda yang telah terlanjur patah hati, Islam telah menyiapkan penawar lara dikala duka, yang jika dijadikan rutinitas, maka patah hati Anda akan dapat terobati dengan sendirinya.

Pertama; Berpikir positif

“Aku sesuai prasangka hamba-Ku pada-Ku dan Aku bersamanya apabila ia memohon kepada-Ku.” (HR. Muslim).

Pikiran adalah mitra (sahabat) sekaligus rival (musuh) terbesar kita dalam aktivitas keseharian. Dengan berpikiran positif, maka kita akan dituntun pada kehidupan positif. Demikian pula sebaliknya ketika pikiran kita dipenuhi aura negatif, maka sepanjang hari juga hidup kita akan kurang bermakna.

Kedua; Jika galau? Berwudhu’lah!

“Apabila seorang muslim atau mukmin berwudhu’ kemudian mencuci wajahnya, maka akan keluar dari wajahnya setiap dosa pandangan yang dilakukan kedua matanya bersama air wudhu’ atau bersama akhir tetesan air wudhu’. Apabila ia mencuci kedua tangannya, maka akan keluar setiap dosa yang dilakukan kedua tangannya tersebut bersama air wudhu’ atau bersama akhir tetesan air wudhu’. Apabila ia mencuci kedua kaki, maka akan keluar setiap dosa yang disebabkan langkah kedua kakinya bersama air wudhu’ atau bersama tetesan akhir air wudhu’, hingga ia selesai dari wudhu’nya dalam keadaan suci dan bersih dari dosa-dosa.” (HR Muslim no. 244).

Ketiga; Bacalah Alquran

“Dan Kami turunkan dari al-Quran suatu yang menjadi obat (penawar) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. al-Isrâ’/17: 82)

Keempat; berdzikirlah, maka hatimu akan tentram

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS. ar-Ra’du:28).

Allah Azza wa Jalla adalah sebaik-baiknya tempat mencurahkan isi hati (curhat). Andai rasa sakit karena makhluk lain terus-menerus menggerogoti hati kita, boleh jadi itu karena kita lebih mementingkan makhluk lain daripada Sang Maha di atas segala Maha, Allah Jalla wa Azza.

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar (dalam semua masalah yang dihadapinya), dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (QS. ath-Thalaaq:2-3).

Kelima; Ikhlaskanlah

“Sesungguhnya Allah tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah melihat (menilai) keikhlasan hatimu”. (HR. Muslim).

 Demikianlah ajaran Islam memberikan resep penawar nestapa karena patah hati yang mendera. Kemudian tinggal bagaimana kita memotivasi diri untuk merekonstruksi diri, menata kembali serpihan-serpihan hati. (emhgb)