in

NTB Butuh Sosok Pemuda Seperti Warid

Haerul Warid, SP adalah pemuda yang lahir dan tinggal di dusun Batu Butir Desa Kekait, Kec. Gunungsari, Kab. Lombok Barat dan pada tahun 2016, dia resmi mendapatkan gelar sarjana di Universitas Mataram dengan fokus kajian di bidang Pertanian, dan menjadi salah satu figur dalam dunia kepariwisataan melalui peran sebagai ketuar remaja Batu Butir.

Sebagai pengemban amanah remaja, tentu ia harus memikirkan mengenai keberlansungan wilayah. Kekayaan potensi geografis dusun Batu Butir, memikat dan nyelentik di fikiran Warid seketika Ia berkunjung ke salah satu wisata yang ada di luar daerah, “wah, kenapa tidak saya membuat hal seperti ini di wilayah saya (wisata)”, ungkap warid ketika berbicara dengan wartawan (26/11).

Pemanfaatan kekayaan alam yang sudah disediakan secara alami merupakan tanggung jawab dan kewajiban sebagai penduduk pribumi yang memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan dan pemberdayaan masyarakat. “Saat pertama saya memulai pembuatan dan pendirian wisata bukit tembere ini, saya dikira tidak pernah sekolah, karena dilihat acak-acakan dan kotor-kotoran”.tambahnya

Wilayah yang maju akan cepat terealisasikan ketika pemuda-pemudanya cepat dan tanggap dalam menyikapi persoalan-persoalan yang ada, dengan memunculkan berbagai macam konsep serta ide fikiran positif untuk pengembangan masyarakat disekitar lingkungannya.

Ada beberapa inisiatif sebagai dasar pembuatan wisata-wisata di dusun batu butir yang diungkapkan oleh warid, diantaranya; untuk memberdayakan masyarakat sekitar lingkungan di dusun batu butir, memperbaiki keadaan perekonomian masyarakat, dan untuk mengatasi pengangguran-pengangguran terutama pada remaja.

Mengingat kejadian yang menimpa warga lombok pada bulan agustus 2018 mengakibatkan terjadinya kerusakan yang besar dan keritis finansial dengan amat drastis serta menyisakan ingatan pahit yang tidak bisa dilupakan oleh warga dusun batu butir, sehingga “kami disini segera melakukan pembenahan sekaligus sebagai trauma hiling untuk masyarakat dan wisata-wisatawan yang datang ke wisata ini (bukit tembere)”. papar Warid

“Selain itu, kita juga akan mengadakan wisata edukasi, yaitu wisata tempat belajarnya anak-anak, mahasiswa maupun tingkat umum, jadi wisata tidak hanya menjadi tempat bermain saja, tapi juga akan dapat pembelajaran”, tambahnya

“Dan wisata yang berkembang di dusun batu butir ini ada 3 wisata, yaitu Bukit Tembere, bukit nunggal dan wisata religi (makam nunggal). Kemudian wisata yang akan di kerjakan lagi ialah, wisata bukit tembolak dan air terjun (aik kelep)” tutupnya