in ,

Cerita Suami Istri Beda Pilihan dalam Pilpres 2019

Ilustrasi Jokowi dan Prabowo

kicknews.today – “Inilah demokrasi, beda pilihan hal yang sangat wajar namun bukan berarti kita akan terpecah dalam hubungan silaturrahmi atau seperti saya dalam kehidupan rumah tangga,” kata Ibu yang sebut saja dia Bunga karena dirinya tak mau disebut identitasnya ketika bercerita pada reporter kicknews.today di rumahnya di wilayah Ampenan, Kota Mataram, Minggu (25/11) tentang perbedaan pandangan politik antara dirinya dan suaminya.

Ibu Bunga berprofesi sebagai seorang ibu rumah tangga, sedangkan suaminya ialah seorang Pegawai Negeri Sipil di salah satu Lembaga pemerintahan di Kota Mataram.

Dia menceritakan, ketika saat ini pembicaraan tentang pemilihan presiden sedang menghangat, setiap hari di rumahnya dengan sang suami selalu dipenuhi dengan diskusi-diskusi mengenai dua pasangan calon presiden (Capres) Republik Indonesia yang saat ini sedang bertarung.

“Suami saya pilih Prabowo dan saya tetap komitmen pada pilihan saya yakni memilih Jokowi,” kata dia.

Bukan hanya ruang diskusi yang kemudian berbeda pilihan, dikatakan Ibu Bunga, soal tontonan televisipun mereka berbeda saat Pilpres seperti sekarang.

“Suami saya sukanya nonton berita dari TV One. Saya jauh lebih percaya Metro TV karena mengabarkan lebih objektif mengenai pasangan-pasangan calon presiden,”ujarnya.

Dituturkan dia, persoalan beda pilihan dalam Pilpres ini sejatinya sudah sejak 2014 lalu ketika pemilihan presiden antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi) mulai bergema. Sehingga Jokowi memenangkan pemilihan dan Prabowo tumbang pada saat itu.

Namun yang seru bagi dia ialah ruang diskusi yang akhirnya mendewasakan dia dan keluarganya dalam menentukan pilihan karena hampir setiap saat mereka mengulas tentang prestasi, kekurangan maupun kelebihan dari masing-masing calon presiden yang didukungnya.

“Anak saya ikut saya, pilih Jokowi. Kita objektif saja dalam mencari refrensi dan mengulasnya Bersama. Tapi kalau soal pilihan politik ya, sebenarnya itu terserah pada masing-masing,” ujar dia.

Apakah dirinya dan suami pernah bertengkar dalam diskusi mengenai Capres pilihan? dengan tegas dia mengatakan tidak pernah. Bahkan dia mengakui hubungannya tetap romantis, bahkan lebih, karena dia mengaku bisa dengan santai membahas mengenai Capres pilihan dimana saja.

“Dimanapun kita bisa membahas. Tidak ada masalah. Kadang itu sebagai bahan kami bercanda,” katanya sembari tersenyum.

Dia mempunyai dua televisi di rumahnya, dimana satu di dalam kamar dan satu lagi di ruang keluarga. Tetapi bagi mereka tetap memilih untuk menonton tayangan mengenai capres di satu televisi saja.

“Ya kita gantian di satu TV. Karena kalau sendiri di kamar juga gak seru. Tidak ada diskusinya,” jelasnya.

Alasannya memilih Jokowi sejak perhelatan Pilpres 2014 lalu dikatakan dia selain pada program-program dan saat ini tentu melihat prestasi setelah Jokowi menjadi presiden ialah rasa keibuan pada dirinya.

“Saya melihat Jokowi sebagai motivasi untuk anak saya dalam menentukan cita-cita. Siapapun kita, ketika melihat Jokowi menjadi presiden dimana dia hanya orang biasa seperti saya, ini menjadi motivasi bahwa anak saya pun bisa sampai sukses setinggi itu. Bahkan bisa bercita-cita menjadi presiden,” paparnya.

Mengenai pilihan suaminya yang lebih memilih Prabowo, dia berpendapat kemungkinan karena suaminya melihat latar belakang Prabowo sebagai seorang militer yang dilihatnya tegas berwibawa.

“Bagaimanapun kita pasti punya alasan memilih. Tapi tidak boleh mengganggu hubungan baik kita dengan siapa saja. Malah saya rasa ini sebagai ajang untuk lebih mempererat silaturrahmi dan mendewasakan kita dalam menghargai setiap perbedaan,” pesannya. (red.)