in

Selami Kehidupan Nelayan di Pondok Prasi

MATARAM – Lingkungan Pondok Prasi, Kelurahan Bintaro, Ampenan Tengah adalah salah satu lokasi di Lombok yang menyuguhkan berbagai aktivitas nelayan. Mulai dari proses penangkapan ikan, jual beli, hingga melihat berbagai macam olahan ikan segar. Sebagian besar masyarakat Pondok Prasi berprofesi sebagai nelayan. Berbagai ilmu melaut telah mereka pelajari sejak kecil. Tak heran bila mereka telah menggeluti profesi ini hingga berpuluh-puluh tahun.  Bagi mereka, laut adalah rumah kedua.

Meski sebagian besar masyarakat Pondok Prasi adalah seorang nelayan, namun banyak dari mereka yang tidak memiliki sampan. Salah satunya, Mahnun (50). Nelayan asal Pondok Prasi yang mulai melaut sejak usia 12 tahun. Meski sudah tidak memiliki sampan, Mahnun tetap aktif mencari ikan. Untuk melaut, ia biasa meminjam sampan milik saudara atau temannya, dengan syarat ikan hasil tangkapannya harus dibagi dengan pemilik sampan. Hal ini sudah lumrah di kalangan para nelayan. Namun, jika tidak ada sampan yang tersisa untuk  ia pinjam, Mahnun biasa menjadi sawi (kernet) di kapal yang siap berlayar.

Sebagai nelayan, Mahnun punya jam kerjanya sendiri. “kalau bejaring itu saya biasa dari jam 7 pagi terus ditarik jam 8 atau 9. Kalau dari jaring itu dapat sedikit, saya lanjut mancing. Tapi kalau mancing malam itu biasanya berangkat jam 5 sore sampai pagi.” Ujarnya. Hasil yang didapat Mahnun selama melaut pun tidak menentu. “tergantung kita dapatnya, tergantung musim juga. Pernah nggak dapat sama sekali, rugi kita kalau nggak dapat sama sekali. Kadang juga dapat satu dua ekor, kadang sampai puluhan, ratusan, bahkan sampai seribu ekor juga pernah.” Lanjutnya.

Walau sudah sering melaut, tidak menjamin keselamatan seorang nelayan. Selain performa kapal dan mesin motor yang baik, Seorang nelayan harusnya dilengkapi dengan alat-alat keselamatan seperti pelampung untuk mengantisipasi perubahan cuaca ketika berada di tengah laut. Beberapa nelayan di Pondok Prasi tidak jarang mengahadapi cuaca ekstrem ketika sedang melaut. Bahkan banyak dari mereka yang tidak pernah kembali dari laut. “banyak teman-teman saya yang gak kembali, ya meninggal kita pastiin mereka. Karena kalau sudah cuacanya jelek, Sampan atau kapal kadang terbalik di hantam ombak. Kalau sudah gitu kita selamatin diri sendiri, gak ingat teman.” Ujar Mahnun.

Meski segala cara mereka lakukan untuk dapat melaut, bukan berarti segala cara mereka lakukan untuk mendapatkan ikan. Nelayan-nelayan Pondok Prasi memahami dan mentaati aturan yang berlaku, seperti tidak menggunakan cantrang dan bom serta menjaga ekosistem laut. (HM)