in

Diancam Warga, Ketua Panitia Pilkades di Lombok Barat Lapor Polisi

Sejumlah warga Desa Kebon Ayu, Lombok Barat saat menggeruduk rumah ketua panitia Pilkades

kicknews.today – Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Rasimin Abdul Malik melaporkan aksi premanisme yang dilakukan oleh puluhan orang yang diduga pendukung salah satu bakal calon Kades di Desa setempat terhadap dirinya.

Puluhan orang ini dikatakan Rasimin mendatangi rumahnya dan menuduh panitia Pilkades curang disertai dengan ancaman dan maki-makian.

Ditemui di kediamannya pada Sabtu (24/11), Rasimin menjelaskan sebagian mereka datang ke rumahnya dalam kondisi sedang mabuk.

“Saya sudah lapor polisi terkait ini. Keluarga saya terancam dan ketakutan dengan ulah mereka,” ungkapnya.

Rasimin menjelaskan kronologis kejadiannya kepada wartawan bahwa pada malam Senin (18/11) sekitar pukul 20.00 Wita, puluhan orang warga tiba-tiba mendatangi rumahnya sebagai ketua panitia Pilkades.

Dia menerangkan, dengan marah mereka menyebut panitia berbuat curang. Kemungkinan yang dimaksud mereka ialah persoalan dua pendaftar di hari terakhir dianggap merupakan permainan panitia karena berpotensi menggugurkan calon mereka dalam tahap penentuan skor. Sebagaimana dalam aturan, maksimal jumlah calon 5 orang. Jika 7 orang yang mendaftar, maka panitia akan melakukan skoring. Dua calon yang nilainya paling rendah akan otomatis gugur.

“Kenapa kamu gugurkan calon kami. Kalau calon kami tidak lulus, kamu berarti kamu pelakunya. Awas keluargamu,” tutur Rasimin menirukan warga yang mendatangi rumahnya.

Dikatakan dia, pihak keamanan juga pada waktu itu sudah ada di rumahnya ketika upaya pengancaman itu dilakukan.

“Ada anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa TNI yang berusaha menenangkan warga saat kejadian. Bahkan ada juga salah satu dari mereka yang berteriak mau membunuh ketua panitia. Sebelum ke rumah panitia, puluhan warga ini terlebih dahulu mendatangi rumah salah satu Balon Kades yang lain dengan melakukan hal yang sama,” papar Rasimin

” Sudah berkali-kali kami selaku panitia menegaskan bahwa kami hanya menjalankan aturan yang ada dalam Perbup. Siapapun boleh nyalon asal memenuhi syarat. Nggak bisa kami larang,” tambahnya.

Aparat keamanan dari Polsek Gerung tiba beberapa saat setelah itu. Camat Gerung Muliadi juga datang bersama Danramil Gerung. Sekitar setengah jam setelahnya mereka membubarkan diri dan berjanji datang lagi jika bakal calon mereka gagal jadi calon kepala desa.

Untuk diketahui, selain sebagai Camat Gerung, Muliadi juga saat ini bertugas sebagai Pelaksana Tugas Kades Kebon Ayu.

“Panitia sudah transparan melaksanakan tugas- tugasnya. Semua warga yang memenuhi syarat berhak nyalon,” ungkapnya Muliadi.

Tidak terima dengan aksi mereka, ketua panitia lapor polisi pada hari Selasa (20/11) dengan menyertakan bukti beberapa foto saat warga datang. Berdasarkan jadwal, para terlapor dipanggil Polres Lombok Barat pada Sabtu (24/11). (ir)