in ,

Soal Kasus Pencabulan Terhadap Baiq Nuril, Begini Tanggapan Kapolda NTB

Kapolda NTB Irjen Pol Drs Achmat Juri, SH M.Hum

kicknews.today – Kapolda NTB, Irjen Pol Drs Achmat Juri SH, M.Hum angkat bicara terkait kasus pencabulan yang diduga dilakukan mantan Kepala Sekolah SMAN 7 Mataram, H.M terhadap bekas stafnya Baiq Nuril Maknun yang terjadi pada rentang waktu antara tahun 2013 sampai 2014 lalu.

Menurut Kapolda, dari awal kasus ini dilaporkan ke Polda NTB pada Senin (19/11) lalu oleh Baiq Nuril bersama tim kuasa hukumnya, dirinya sudah mengatensi kasus tersebut.

“Jadi dari awal kita sudah mengatensi dan menjalankan sesuai dengan SOP nya. Sudah banyak pihak yang dipanggil. Secara teknis nanti ke penyidik, tapi saya pantau,” katanya saat ditemui di ruangannya, Jumat (23/11).

Baca Juga: Baiq Nuril Laporkan H Muslim ke Polda NTB Terkait Kasus Pencabulan

Dijelaskan Kapolda, setiap kasus yang ditangani kepolisian tentu saja berproses. Untuk kasus yang dilaporkan Baiq Nuril ini, dia memantau sudah banyak pihak yang dipanggil dan dimintai keterangan termasuk pendapat dari para ahli.

“Polisi itu tugasnya sesuai undang-undang kerjanya mencari dan mengumpulkan bukti. Nanti yang kasi pendapat dan vonis dari kejaksaan dan pengadilan. Jadi kita hanya bekerja mencari dan mengumpulkan bukti-bukti saja,” terangnya.

Meskipun ada reaksi publik dalam kasus yang dialami Baiq Nuril, dia menegaskan pihaknya akan tetap profesional dalam menjalankan tugas.

“Kita profesional saja, kita katakan yang iya ya iya, yang tidak ya tidak. Kita harus melihat satu perkara secara jernih. Jadi kita tidak boleh ada kepentingan lain-lain di situ. Yang benar ya benar, yang salah ya salah,” jelasnya.

Selain itu, dia mengatakan bahwa semua pihak harus memahami mana yang hukum positif, mana teori hukum dan mana filsafat hukum. Semuanya harus bisa dipisahkan.

“Kalau nyampur antara dogma tiga hukum antara teori hukum dengan filsafat hukum dijadikan satu, itu memang tidak ada ujungnya. Jadi kita harus bisa memilah,” kata dia.

Kapolda mengakui, ada hal-hal yang memang belum tertampung dalam aturan hukum karena itu mungkin masih dalam tatanan filosofi atau teori, tetapi hukum selalu berkembang. Kalau ada kekurangan, pasti akan dilakukan perbaikan.

“Tapi yang kita tegakkan adalah aspek hukum yang sudah diketuk bersama. Bukan hal-hal di luar itu. Kita harus menerima kesepakatan itu,” tegasnya. (red.)

Baca Juga: Pengacara Baq Nuril Minta Korban Lain dari H Muslim Berani Lapor Polisi