in

Tips Tetap Sehat saat Cuaca Panas

Ilustrasi Cuaca Panas

kicknews.today – Cuaca panas kian mengganas belakangan ini meskipun sudah memasuki musim penghujan. Peningkatan suhu saat ini tentu saja mempengaruhi metabolisme tubuh hingga menyebabkan gangguan kesehatan. Lalu bagaimana cara agar tetap sehat menghadapi cuaca seperti saat ini?

Dilansir dari situs klikdokter, Rabu (21/11) dr. Diyah Novita Anggraini menjelaskan faktor risiko jika terjadi peningkatan suhu udara seperti sekarang. Suhu udara yang panas dapat membuat kulit kering dan kehilangan kandungan air didalam lapisan kulit.

Dehidrasi akan menimbulkan berbagai masalah dalam kesehatan. Lambatnya penanganan dehidrasi akan memicu Heat cramps yaitu suatu keadaan akibat terpapar panas dan tubuh kekurangan elektrolit melalui keringat sehingga mengakibatkan otot menjadi spasme (kram).

Selain itu, Heat exhaustion juga bisa terjadi, yaitu kelelahan akibat terpapar panas sehingga tubuh kehilangan cairan karena banyak mengeluarkan keringat, tekanan darah menurun, sakit kepala, mual, gangguan penglihatan dan pingsan jika tidak segera ditangani.

“Heat stroke juga bisa, yaitu suatu keadaan yang mengancam jiwa dimana suhu tubuh mencapai lebih dari 40 derajat atau lebih,”katanya.

Orang yang rentan terhadap peningkatan suhu udara ini terutama ialah orang tua, khususnya diatas usia 75 tahun. Normalnya jika terjadi peningkatan suhu udara, respon tubuh adalah dengan melakukan vasodilatasi pembuluh darah perifer di kulit untuk mengurangi sengatan panas, namun pada orang tua berusia lanjut,kemampuan vasodilatasi pembuluh darah menurun seiring bertambahnya usia

Selain itu, bayi dan anak kecil, orang yang sudah mengalami gangguan jantung, orang yang mengalami gangguan psikologis, orang yang mengalami gangguan pernapasan, orang yang bekerja di lapangan dan orang yang mengalami obesitas juga sangat rentan terhadap peningkatan suhu udara ini.

Berikut adalah tips agar tubuh tetap nyaman meskipun udara panas menyengat:

  • Perbanyak asupan air putih, minimal 8 gelas perhari untuk menghindari dehidrasi. Dan hindari konsumsi air teh karena air teh bersifat diuretik sehingga membuat Anda akan lebih sering buang air kecil.
  • Gunakan pakaian dengan bahan tipis, tidak menyerap panas, longgar dan berwarna terang atau putih.
  • Memakai pelembab untuk mejaga hidrasi kulit dan tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.
  • Perbanyak asupan sayur dan buah yang tinggi kadar airnya.
  • Jika ada waktu luang, isi dengan beristirahat cukup
  • Hindari paparan sinar matahari secara langsung, jika memungkinkan cari tempat yang sejuk, teduh dan cari ruangan yang memiliki pendingin ruangan.
  • Jika memungkinkan kurangi aktifitas di luar rumah antara pukul 11 dan 3 sore, waktu ini saat suhu udara sedang mengalami peningkatan.
  • Anda dapat mandi untuk menyegarkan badan, namun jangan terlalu sering saat udara sedang panas, karena akan membuat kulit menjadi lebih kering
  • Hindari makanan tinggi protein, karena akan meningkatkan panas didalam tubuh
  • Kurangi pemakaian kosmetik terlalu tebal, karena akan membuat udara lebih panas terutama di area wajah.
  • Jika sudah terjadi heat cramp, Anda bisa mengatasi dengan makan atau minum yang mengandung tinggi garam
  • Jika terjadi heat exhaustion, segera istirahat ditempat teduh,dinginkan pasien di lingkungan dengan udara yang sejuk  dan rehidrasi tubuh dengan cairan lalu segera ke rumah sakit. (red.)