in

Korban Gempa di Mataram Mulai Pindah ke Hunian Tetap

Ilustrasi RISHA

kicknews.today – Belasan Kepala Keluarga (KK) korban gempabumi di Kota Mataram saat ini sudah mulai bisa pindah dari hunian sementara ke hunian tetap berupa Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA)

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram HM Kemal Islam di Mataram, Senin (19/11).

“Sebanyak 15 kepala keluarga (KK) korban gempa bumi kini sudah bisa pindah dari hunian sementara ke hunian tetap,” katanya.

Keluarga-keluarga itu, menurut dia saat ini sudah bisa menempati empat rumah di Pagesangan dan 11 rumah di Lingkungan Pengempel, Kecamatan Sandubaya. Demikian dilaporkan Antara.

Selain itu dijelaskan, saat ini sebanyak 20 rumah instan sederhana juga sedang dalam proses pembangunan di lingkungan Gontoran, Tegal dan Jangkuk, Kota Mataram.

Untuk mempercepat proses pembangunan rumah hunian tetap yang berjumlah 120 unit RISHA ini dikatakan Kemal selain bekerja sama dengan Wijaya Karya, pemerintah daerah juga bekerja sama dengan PT Pembangunan Rumah Urban dalam penyediaan panel untuk RISHA.

“PT Pembangunan Rumah Urban Purwakarta ini telah menyanggupi untuk mengirim panel untuk 200 unit Risha, dengan tipe 36,” katanya.

Dijelaskan juga saat ini dari ratusan korban gempa bumi yang telah mendapatkan transfer bantuan dana pembangunan rumah tahan gempa senilai Rp50 juta dari pemerintah, sebanyak 460 KK telah menyelesaikan desain dan rencana anggaran biaya (RAB) pembangunan rumah tahan gempa RISHA tipe 36.

“Tugas kami memberikan pendampingan teknis untuk pembuatan desain dan pendampingan administrasi dalam pembuatan RAB. Kami tidak masuk pada hal berkaitan dengan mambangun karena semuanya tergantung pokmas,” jelasnya.

Meski demikian, Kemal mengatakan pemerintah kota saat ini masih kekurangan fasilitator. Dari 120 fasilitator yang dibutuhkan, saat ini hanya ada 40 fasilitator yang tersedia untuk membantu mendampingi lebih dari 13 ribu rumah yang rusak berat akibat gempa. Demikian juga dengan aplikator yang akan membantu.

“Saat ini baru ada dua aplikator yang sudah mau bekerja sama, sementara kita butuh lebih banyak agar proses pembangunan Risha bisa dipercepat.” pungkasnya.

Sumber: Antara